Persija Vs Bhayangkara Panas! Hujan Kartu, Pemain Saling Dorong

Tim Detikcom - Sepakbola
Kamis, 01 Apr 2021 00:07 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Riko Simanjuntak (kiri) berusaha melewati hadangan pesepak bola Bhayangkara Solo FC Mohammad Hargiyanto (kanan) dalam laga lanjutan Piala Menpora Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (31/3/2021). Persija Jakarta melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Bhayangkara Solo FC dengan skor akhir 2-1. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.
Persija Jakarta vs Bhayangkara FC berlangsung panas! (ARI BOWO SUCIPTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Malang -

Persija Jakarta Vs Bhayangkara FC berjalan sengit sekaligus panas. Ada 10 kartu kuning plus satu kartu merah keluar, serta insiden saling dorong antarpemain.

Duel terakhir Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Rabu (31/3/2021) malam WIB, jadi krusial untuk Persija dan Bhayangkara. Sebab keduanya harus berebut satu tiket tersisa untuk ke perempatfinal.

Sementara tiket pertama sudah jadi milik PSM Makassar yang beberapa jam sebelumnya berimbang 2-2 kontra Barito Putera. Maka dari itu, duel sudah panas sedari menit awal karena pelanggaran-pelanggaran keras terjadi.

Ezechiel N'Douassel sudah membawa Bhayangkara unggul pada menit ke-27. Setelah tertinggal di babak pertama, Persija kemudian menyamakan skor lewat Osvaldo Haay pada menit ke-53.

Hasil seri saja belum cukup mengantarkan Persija ke perempatfinal, sebelum tembakan Marc Klok dari luar kotak penalti pada menit ke-79 menembus jala Indra Adi.

Persija yang unggul 2-1 dalam situasi menguntungkan untuk lolos. Maka dari itu Bhayangkara pun menekan habis pertahanan Persija dan puncaknya di menit ketiga injury time babak kedua.

Dalam duel perebutan bola di kotak penalti, bek Persija Yan Motta melanggar bek Bhayangkara Hansamu Yama hingga terjatuh. Wasit malah memberikan tendangan bebas alih-alih sepakan 12 pas untuk Bhayangkara.

Padahal dalam tayangan ulang, pelanggaran jelas terjadi di kotak penalti. Laga mencapai puncak panasnya di sini ketika Otavio Dutra ngeyel karena tidak mau diatur saat jadi pagar betis sehingga harus dikartumerah.

Beberapa pemain Bhayangkara pun protes karena penalti seharusnya diberikan, karena pelanggaran bukan terjadi di luar kotak 16 meter. Komentator pertandingan yang juga mantan pemain Persija Ponaryo Astaman juga berpendapat demikian.

"Walaupun foul tadi sebenarnya terjadi di kotak penalti, tapi wasit memutuskan sebagai free kick," ujar Ponaryo kepada Rendra Sujono sebagai rekan komentatornya yang dilihat dalam tayangan ulang di Vidio.

Panasnya pertandingan ini terlihat dari lahirnya 10 kartu kuning plus satu kartu merah, yang enam di antaranya lahir di babak kedua. Persija mendapat delapan kartu kuning dan satu kartu merah, sementara Bhayangkara mendapat tiga kartu kuning.

Tapi, wasit tetap bergeming dengan keputusannya itu dan Persija Jakarta lolos sebagai juara grup dengan enam poin. Bhayangkara finis ketiga dengan empat poin disusul Barito dengan satu poin.

(wad/wad)