Makna Burung Phoenix di Logo Klubnya Raffi Ahmad, Rans Cilegon

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 01 Apr 2021 13:25 WIB
Raffi Ahmad telah mengakuisisi Cilegon United. Kini klub Liga 2 itu berganti nama menjadi RANS Cilegon FC.
Makna Burung Phoenix di Logo Klubnya Raffi Ahmad, Rans Cilegon (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta -

Rans Cilegon FC, klub sepakbola Raffi Ahmad ini punya logo burung Phoenix. Apa arti di balik logo tersebut?

Klub Liga 2 yang sebelumnya bernama Cilegon United itu, diumumkan diakuisisi oleh Rans Entertainment dan Prestige Motorcars, per 31 Maret 2021. Rans adalah perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, sedangkan Prestige adalah dealer supercar asal Jakarta Utara.

Pergantian nama klub bukan satu-satunya yang berubah. Kandang klub juga mau dipindahkan, dari Stadion Krakatau Steel di Banten, ke Jakarta.

Nilai investasi Rans dan Prestige diklaim mencapai ratusan miliar rupiah. Dana besar tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis Rans Cilegon, termasuk membangun akademi sepakbola hingga Sekolah Sepakbola (SSB) klub.

Semua itu dilakukan Rans dan Prestige dalam upayanya mengembangkan sepakbola Indonesia. Promosi ke Liga 1 menjadi salah satu targetnya.

Raffi Ahmad, lewat Instagram pribadinya menjelaskan soal logo pada Rans Cilegon FC. Logo di klub sepakbolanya itu adalah burung Phoenix.

"Burung Phoenix dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1000 tahun lebih. Setelah hidup selama itu, burung Phoenix membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung Phoenix muda. Siklus hidup burung Phoenix seperti itu selalu bangkit untuk selalu muncul sebagai sosok yang baru," tulisnya.

"Burung Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus kehidupan yang panjang abadi, dan simbol dari kebangkitan. Semangat Tanpa Batas untuk para Senior/Junior dan Generasi muda selanjutnya untuk bangkitkan Sepak Bola dan Indonesia tercinta," tambahnya.

[Gambas:Instagram]




Para netizen pun memberikan selamat dan menyemangati Raffi Ahmad. Tentu juga berharap, Rans Cilegon FC menjadi angin segar bagi perkembangan sepakbola di Indonesia.

(aff/krs)