Rans Cilegon Raffi Ahmad: PTIK Kandangnya, Hamka Hamzah Manajernya

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 01 Apr 2021 11:00 WIB
Raffi Ahmad telah mengakuisisi Cilegon United. Kini klub Liga 2 itu berganti nama menjadi RANS Cilegon FC.
Rans Cilegon Raffi Ahmad: PTIK Kandangnya, Hamka Hamzah Manajernya (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta -

Rans Cilegon FC milik Raffi Ahmad mau berkandang di Stadion PTIK, Jakarta. Eks Persita Tangerang yang baru cabut, Hamka Hamzah, ditunjuk sebagai manajer klub.

Klub Liga 2 yang sebelumnya bernama Cilegon United itu diumumkan diakuisisi oleh Rans Entertainment dan Prestige Motorcars, per 31 Maret 2021. Rans adalah perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, sedangkan Prestige adalah dealer supercar asal Jakarta Utara.

Pergantian nama klub bukan satu-satunya yang berubah. Kandang klub juga mau dipindahkan, dari Stadion Krakatau Steel, di Banten, ke Jakarta.

"Untuk homebase, itu masih kami diskusikan sampai saat ini. Dalam beberapa hari ke depan akan kami putuskan. Liga 2 nanti kan sistemnya home tournament. Kami masih mencari. Kemungkinan Rans Cilegon FC akan bermain di Stadion PTIK," kata Dewan Pengawas Rans Cilegon FC, Yudhi Apriyanto.

Selain itu, diungkapkan juga nama-nama yang akan mengisi posisi penting di area teknis klub. Mulai dari manajer tim dan pelatih kepala. Hamka Hamzah ditunjuk menjadi manajer. Eks Persija Jakarta yang baru diumumkan cabut dari Persita Tangerang itu juga masih punya kemungkinan untuk bermain.

"Saya ditunjuk sebagai manajer dan saya punya tanggung jawab besar. Visi misi Rans Cilegon ingin memajukan sepakbola Indonesia," ujar Hamka Hamzah.

"Tergantung Hamka, kalau mau main tergantung kondisinya, tapi kalau Liga 2 masih bisa lah. Kalau rajin pasti main, tapi kalau kurang bugar ya duduk sebagai manajer," tutur pelatih Rans Cilegon Bambang Nurdiansyah soal peluang main Hamka Hamzah.

Adapun nilai investasi Rans dan Prestige diklaim mencapai ratusan miliar rupiah. Dana besar akan digunakan untuk mengembangkan bisnis Rans Cilegon, termasuk membangun akademi sepakbola hingga Sekolah Sepakbola (SSB) klub.

Semua itu dilakukan Rans dan Prestige dalam upayanya mengembangkan sepakbola Indonesia. Promosi ke Liga 1 menjadi salah satu targetnya.

"Itu sebenarnya rahasia dapur, tapi nilai investasinya Rp 300 miliar. Itu total ya, sekalian untuk infrastruktur penunjang. Akan ada 10 lapangan di seluruh Indonesia, untuk mencari bibit bibit baru," kata Presiden Direktur Prestige Motorcars, Rudy Salim.

"Kami mau menanamkan infrastruktur sekolah sepakbola dan akademi dan tim yang bisa menyalurkan bakat melalui seleksi yang sudah terakreditasi. Kalau semua sudah baik, otomatis bisa naik ke Liga 1," ucap Raffi.

(aff/krs)