Kasus Arema-Persipura
Barry Sihotang Angkat Suara
Jumat, 03 Mar 2006 00:35 WIB
Jakarta - Kasus pencoretan Arema Malang dan Persipura dari kompetisi Liga Champions Asia semakin mengkristal. Namun hingga kini belum seorang pun dari PSSI memberikan penjelasan secara terbuka dan lengkap kepada umum tentang pokok permasalahan tersebut. Sekjen PSSI Nugraha Besoes pekan lalu hanya menyatakan bahwa dicoretnya Arema dan Persipura merupakan kesalahan PSSI. Selanjutnya PSSI menyatakan sedang berusaha melakukan pendekatan dengan Arema dan Persipura.Sesungguhnya, siapa yang harus bertanggung jawab? Sejauh ini nama yang paling sering disebut media adalah Barry karena dia adalah pihak yang menerima titipan pendaftaran dari Arema dan Persipura. Merasa tudingan meruncing padanya, Barry akhirnya memberikan penjelasan. Klarifikasi tertulis itu ia kirimkan kepada wartawan termasuk detiksport, Kamis (2/3/2006) petang. Berikut salinan surat tersebut:Salam OlahragaKepada Rekan-rekan Persdi Tanah AirPerihal: Kasus Champions AsiaSebagai LO (liasion officer) yang ditunjuk BLI (Badan Liga Sepakbola Indonesia) untuk membantu Arema Malang dan Persipura Jayapura dalam keikutsertaan mereka di Champions Asia 2006, rasanya saya wajib menjelaskan kronologis terjadinya kasus yang memprihatinkan tersebut. Apalagi beberapa pernyataan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dan beberapa tokoh lainnya, terlihat memberatkan (membebankan) kasus ini kepada kesalahan saya semata.Berikut kronologisnya:1. Tanggal 9 Februari 2006 (Kamis), saya bersama tiga pejabat dari Word Sport Group kembali dari Papua. Saya tidak membawa formulir pendaftaran, karena menurut pihak Persipura, mereka belum bisa memenuhi deadline pendaftaran ke AFC tanggal 12 Februari 2006. Penyebabnya, mayoritas pemain lokal belum memiliki paspor.Saya nyaris putus asa, karena disebutkan semua pemain sedang melakukan pertandingan away ke Persmin Minahasa. Saya hanya ingatkan agar secepatnya mengurus semua keperluan yang dibutuhkan dalam pendaftaran tersebut.2. Tanggal 10 Februari 2006 (Jumat), saya menerima titipan pendaftaran dari Arema Malang. Mereka harus menitipkan ke saya karena di formulir pendaftaran dengan tegas disebutkan harus ditandangani pejabat General Secretary Football Association masing-maing klub. Berarti, harus ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, Dan formulir pendaftaran yang asli harus dikirim lewat pos ke AFC.3. Tiba di Jakarta, hari Sabtu dan Minggu, kantor PSSI libur. Tanggal 12 Februari 2006 (Senin), saya dapat informasi bahwa Sekjen PSSI, Nugraha Besoes berada di Kuala Lumpur sedang mengikuti kursus Futuro AFC.Saya kemudian melapor ke Manajer Kompetisi BLI, Djoko Driyono masalah ini. Dia juga bingung karena Ketua Bidang Luar Negeri PSSI, Dali Tahir pun sedang berada di Kuala Lumpur dalam rangka kegiatan AFC.4. Praktis formulir pendaftaran tidak bisa dikirim, karena Sekjen PSSI tidak berada di tempat.5.Tanggal 13 Februari 2006 (Selasa) sore, Sekjen PSSI, menelpon Djoko Driyono dari Kuala Lumpur. Beliau memberitahukan, deadline pendaftaran Arema Malang dan Persipura Jayapura yang sudah lewat. Ditegaskannya, jika keesokan harinya tidak dikirim, kedua tim akan didiskualifikasi. Ketika ditanya soal kewajiban adanya tandatangan Sekjen PSSI di formulir itu, dia menyarankan segera serahkan saja ke sekretarisnya di PSSI, Sdri. Nining.6. Tanggal 14 Februari 2006 (Rabu) semua berkas diserahkan sdr.Syaful (Staf kompetisi BLI) ke Sdr.Idrus. (Kepala Tata Usaha PSSI). Sdr.Syaiful menjelaskan, dirinya sendiri melihat surat itu dikirim dan ditandangani Sekjen PSSI diperoleh dengan cara scanning.7. Tanggal 15 Februari 2006, pihak Persipura Jayapura baru bisa memenuhi persyataran yang ditentukan AFC. Sdr.Syaiful (atas perintah Sdr.Djoko Driyono) kembali menyerahkan berkasnya ke PSSI.8. Pengiriman formulir Arema (Rabu) dan Persipura (Kamis) by faks ke AFC, yang dilakukan staf PSSI, Nining saya saksikan langsung.9.Karena sudah mengirimkan semua berkas pendaftaran, kami sangat yakin soal deadline akan selesai. Apalagi Sekjen PSSI dan ketua Bidang Luar Negeri PSSI ada di sekretariat AFC di Kuala Lumpur.10. Ternyata saat tiba di Kiuala Lumpur, 22 Februari 200 (Rabu) dalam rangka workshop Champions Asia, kami mendapat kabar bahwa Arema dan Persipura didiskualifikasi.11. Dalam penjelasannya kepada Direktur Eksekutif BLI, Andi Darussallam. Deputy General Secretary AFC, Dato Paul Mony menjelaskan, dirinya heran, hingga rapat Komite Eksekutiof AFC, 21 Februari 2006 (Selasa) malam, tidak ada satu pun pejabat dari PSSI yang menjelaskan ke AFC soal keterlambatan pendaftaran pemain tersebut. Menurutnya, jika ada pejabat PSSI yang menjelaskan keterlambatan itu, pasti takkan didiskualifikasi.12.Hal ini yang membuat saya terkejut. Bukankah, Sekjen PSSI mengetahui soal keterlambatan pendaftaran Arema dan Persipura, yang beresiko dicoretnya kedua tim dari AFC Champions Asia?13. Akhirnya, saya dengan tulus meminta maaf kepada Arema Malang dan Persipura atas terjadinya kasus yang sangat memilukan ini. Saya hanya jelaskan, keterlambatan pengiriman (sekitar 2 hari), karena Sejen PSSI tak berada di tempat selama berhari-hari.14. Saya juga minta maaf kepada ketua BLI, Nirwan D Bakrie yang menjadi repot akibat kasus ini, Kasihan, beliau yang punya nait tulus untuk memajukan sepakbola negeri ini, dengan tekad dan komitmen yang luar biasa.Terima kasih atas Perhatiannya.Barry SihotangAsisten Manajer Kompetisi BLIFoto: Surat penjelasan Barry Sihotang (detiksport/Andi AS). (lom/)











































