Persija Kalahkan Persib, Sudirman pun Bungkam Kritik

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 23 Apr 2021 12:55 WIB
Asisten pelatih Persija Jakarta, Sudirman
Sudirman menjawab keraguan dengan membawa Persija Jakarta menang atas Persib Bandung. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Jakarta -

Strategi Sudirman berandil besar dalam kemenangan Persija Jakarta atas Persib Bandung. Sang pelatih sebelumnya banyak dikritik karena dianggap miskin taktik.

Persija menang meyakinkan atas Persib dengan skor 2-0 dalam leg 1 final Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021). Dua pemain muda, Braif Fatari dan Taufik Hidayat ditampilkan Sudirman di lini serang Persija.

Ajaibnya, Braif Fatari dan Taufik Hidayat yang menjadi pahlawan Persija. Braif mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan 32 detik. Taufik Hidayat menggenapi keunggulan Persija menjadi 2-0 enam menit kemudian.

Sebelum laga dimulai, pemilihan pemain yang dilakukan Sudirman terbilang mengejutkan. Maklum, goal getter Persija, Marko Simic malah duduk di bangku cadangan.

Di sisi lain, Taufik Hidayat belum sekalipun tampil di Piala Menpora sebelum laga kontra Persib. Untungnya, pilihan Sudirman berbuah manis. Dua pemain muda yang ditampilkan berhasil menjawab kepercayaan.

"Dalam dua pertandingan terakhir, Simic tidak optimal. Dan saya memberikan dia waktu istirahat supaya dia bisa refresh dan saya mempercayakan kepada Taufik dan juga Braif," kata Sudirman seusai laga terkait keputusannya memainkan Braif dan Taufik Hidayat.

Sebelum kemenangan melawan Persib, kiprah Sudirman bersama Persija banyak disorot. Ia dianggap kurang berpengalaman untuk menangani klub sebesar Persija.

Pilar Timnas Indonesia era 90-an itu sebenarnya memang berstatus caretaker selepas cabutnya Sergio Farias. Lisensi kepelatihan yang dimilikinya cuma A AFC. Artinya ia tak bisa melatih Persija di Liga 1 karena juru taktik wajib mengantongi lisensi Pro AFC.

Tak cuma soal lisensi yang membuat Sudirman diragukan. Persija melaju sampai ke final pun dianggap sebagai keberuntungan belaka. Maklum, Persija memang tak impresif-impresif amat sejak babak fase grup sampai semifinal.

Dengan skuad mewahnya, Persija cuma bisa mencetak tujuh gol sebelum laga final. Persib jauh lebih superior karena sanggup mencetak 12 gol.

Dengan fakta itu, tak heran kalau Persib sebenarnya lebih diunggulkan saat jumpa Persija. Kenyataannya, semua itu berubah 180 derajat. Persija main oke dan sanggup mengamankan leg pertama.

Kejeliannya memilih pemain menjadi kunci kemenangan Persija. Persija pun bisa menatap leg kedua dengan lebih percaya diri berkat kemenangan ini.

"Kami punya pemain-pemain muda yang berpotensi untuk bisa berkembang, tapi kami juga harus melihat frekuensi pertandingan. Ada pertimbangan peak performance dari pemain-pemain senior juga," tutur Sudirman.

"Kalau memang pemain-pemain senior tidak dalam peak performance-nya atau ada yang cedera, tentunya kami akan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk bisa menunjukkan permainan mereka. Alhamdulillah malam ini mereka menunjukan hal yang sangat positif," ucap pria yang mengantar Timnas Indonesia juara SEA Games 1991 itu.



Simak Video "Waduh! Markas Persib Diserbu Oknum Suporter"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/rin)