Piala Menpora Dicoreng Ulah Suporter, Apa Kata Menpora?

Mercy Raya - Sepakbola
Senin, 26 Apr 2021 14:10 WIB
Menpora, Zainudin Amali
Menpora Prihatin Ada Suporter Berulah (dok Istimewa)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali mengomentari ulah suporter usai partai final Persija Jakarta dan Persib Bandung di Piala Menpora 2021. Aksi itu di luar dugaannya.

Kesuksesan turnamen pramusim Piala Menpora antiklimaks. Setelah dinilai berhasil melakukan kegiatan dengan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat. Faktanya, ajang itu tercoreng karena ulah oknum suporter yang melakukan sikap tidak semestinya.

Sejumlah oknum The Jakmania (suporter Macan Kemayoran) melakukan pawai kemenangan di bilangan Jakarta, sementara sejumlah oknum Bobotoh (suporter Maung Bandung) melakukan aksi anarkis dengan merusak kantor PT Persib Bandung dan sweeping terhadap kendaraan plat B.

Menpora Amali tak menduga hal itu bisa terjadi sekalipun ia telah melakukan berbagai upaya untuk meredam adanya aksi-aksi yang melibatkan suporter. Mulai dari membuat video-video imbauan hingga komunikasi dengan koordinator suporter Persija agar tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

"Ternyata yang terjadi adalah di luar apa yang kami harapkan. Sikap yang sangat fanatis dan menurut kami berlebihan," kata Amali dalam jumpa pers dengan pewarta, Senin (26/4/2021) melalui Zoom.

"Nah, untuk kejadian ini tentu ada bagiannya. Pihak kepolisian yang akan melakukan penelitian terhadap apa yang terjadi di luar sana. Tentu kami tak bisa jangkau ke area itu, karena yang kami lakukan selama 35 hari ini menjaga supaya turnamen ini lancar dan aman," ujarnya.

"Sekali lagi ini memprihatinkan kita. Kita minta kepada kepolisian mencari apa penyebabnya dan yang punya kewenangan adalah teman-teman kepolisian, karena walaupun sudah bekerja luar biasa, muncul kerumunan itu," dia menegaskan.

Menteri asal Gorontalo ini juga berharap agar siapapun pelakunya untuk ditindak secara tegas.

"Saya minta tolong kepolisian untuk melihat siapa yang memulai? Ini yang menjadi pelajaran, kalau ada yang melanggar hukum, itu ranah kepolisian," katanya.

(mcy/aff)