Polri Sebut Kerumuman Jakmania karena Ada Undangan di Medsos

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 27 Apr 2021 15:30 WIB
Menpora Zainudin Amali, Ketum PSSI Mochamad Iriawan, dalam konpers soal ulah suporter di Gedung Kemenpora, Selasa (27/4/2021).
Polri Sebut Kerumuman Jakmania karena Ada Undangan di Medsos. (Foto: Muhammad Robbani/detikcom)
Jakarta -

Asops Kapolri Irjen Pol. Imam Sugianto menyebut kerumunan The Jakmania sebagai kegiatan terencana. Mereka berkumpul karena ada undangan di medsos Facebook dan Instagram.

Sejumlah suporter Persija Jakarta, The Jakmania, merayakan keberhasilan Macan Kemayoran menjuarai Piala Menpora 2021 dengan turun ke jalan, Minggu (25/4/2021), malam. Mereka konvoi dengan menjadikan Bundaran HI sebagai lokasi tujuan perayaan.

The Jakmania sebagai organisasi sudah mengimbau kepada anggotanya untuk tidak melakukan perayaan di jalan. Kerumunan yang terjadi, berada di luar tanggung jawab The Jakmania karena bertentangan dengan sikap organisasi itu sendiri.

Terlepas dari itu, Polri menanggapi masalah ini dengan serius. Mereka tak mau kerumunan ini menjadi klaster penyebaran COVID-19 di tengah usaha pemerintah memerangi virus itu.

"Kami lihat tanggal 25 April ada sekitar 2.000-an suporter Jakmania, yang menurut pendalaman yang dilakukan Polda Metro Jaya, undangannya disebar di Facebook dan Instagram, ini masih kami dalami," kata Imam Sugianto dalam keterangan persnya di Kantor Kemenpora, Selasa (27/4/2021).

Jakmania bukan satu-satunya yang melanggar protokol kesehatan dalam hal menciptakan kerumunan. Sejumlah suporter Persib Bandung, Bobotoh, juga turun ke jalan dan menyerang Graha Persib karena kegagalan tim kesayangannya menjuarai Piala Menpora.

Imam Sugianto selaku perwakilan Polri berjanji akan bertindak tegas. Apalagi kalau sampai terbukti kerumunan dari dua kelompok suporter itu menciptakan klaster COVID-19.

"Manakala nanti ini menyumbang sesuatu ke protokol kesehatan (menambah angka positif COVID-19). Polisi akan mengambil tindakan tegas dan terukur ke depannya," ujar Imam Sugianto.

"Demikian juga yang di Bandung, kami menyayangkan Bobotoh yang menyampaikan kekecewaannya dengan melakukan pengrusakan lalu melakukan sweeping kendaraan dari Jakarta," ucapnya.

"Menteri (Menpora, Zainudin Amali) dalam rapat sudah memberikan evaluasi, ini tanggung jawab bersama untuk memberikan edukasi kepada suporter supaya betul-betul bisa menjaga perilaku kelompoknya di tengah situasi pandemik saat ini," tuturnya berseru.

(krs/cas)