Bhayangkara FC: Ada Positif & Negatif jika Liga 1 Tanpa Degradasi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 09 Mei 2021 18:50 WIB
Logo Klub Liga 1 mulai dari Arema, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara, Madura United, Mitra Kukar, Persebaya, Persela, Perseru, Persib, Persija, Persipura, PS Tira, PSIS, PSM, PSMS, dan Sriwijaya
Foto: Infografis Detiksport
Jakarta -

Bhayangkara FC menanggapi santai wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi. The Guardian menilai setiap hal ada baik dan buruknya, termasuk absennya degradasi di Liga 1.

Melalui COO klub, Sumardji, Bhayangkara FC tak memposisikan diri sebagai pendukung atau penolak wacana dihapusnya degradasi. Berbeda dengan mayoritas klub lainnya yang sudah terang-terangan bersikap.

"Positifnya, pemain muda berkesempatan mendapatkan jam bermain yang lebih. Sehingga permainan mereka semakin meningkat," kata Sumardji soal dalam pernyataan resmi klub.

"Tapi ada juga sisi negatifnya dan yang paling terlihat dari sisi negatif tentu saja kompetisi menjadi kurang berkualitas," ujarnya lagi, menyoal pandangan Bhayangkara FC soal wacana itu.

Wacana menghapus degradasi muncul lagi setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan hal tersebut dalam rapat pada 3 Mei lalu. Exco mengaku usulan tersebut datang dari mayoritas klub Liga 1 sendiri.

Pandemi COVID-19 yang belum usai dinilai akan menyulitkan klub untuk bisa bersaing secara normal. Ada kekhawatiran akan ada potensi pemain terpapar COVID-19 atau kesulitan keuangan.

Maka dari itu, Exco PSSI menilai bahwa alasan klub mengusulkan hal tersebut dirasa masuk akal. Exco PSSI pun mengabulkan keinginan klub.

Namun, keputusan akhir bukan di tangan Exco. Usulan tanpa degradasi di Liga 1 nantinya akan disahkan atau ditolak di Kongres PSSI pada 29 Mei mendatang.

"Exco PSSI sebatas memutuskan dalam rapat Exco tanggal 3 Mei 2021 untuk memasukkan agenda ini ke dalam kongres PSSI," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam rilis federasi.

"Nantinya kongres sebagai pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi yang akan memutuskan karena terkait dengan jumlah peserta Liga 1 dan Liga 2 di tahun 2022 nanti," ujarnya menjelaskan.

(krs/yna)