PSS Tanggapi Wacana Liga 1 Tanpa Degradasi

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Rabu, 12 Mei 2021 18:23 WIB
Dirut PT PSS Marco Gracia Paulo.
Direktur PT PSS, Marco Paolo Garcia, menanggapi rencana Liga 1 2021 tanpa degradasi. (Foto: dok.PSS Sleman)
Sleman -

PSS Sleman menanggapi wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi. Super Elang Jawa menyerahkan keputusan akhirnya ke PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo, menegaskan saat ini Laskar Sembada dalam posisi siap untuk menghadapi kompetisi dengan sistem degradasi.

"Kesiapan PSS itu bisa dilihat dari cara kami merekrut pemain. Mereka disiapkan untuk menghadapi kompetisi dengan mode normal dan kompetitif," kata Marco kepada wartawan, Rabu (12/5/2021).

Wacana menghapus degradasi muncul lagi setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan hal tersebut dalam rapat pada 3 Mei 2021. Exco mengaku usulan tersebut datang dari mayoritas klub Liga 1 sendiri.

Namun, keputusan akhir bukan di tangan Exco. Usulan tanpa degradasi di Liga 1 nantinya akan disahkan atau ditolak di Kongres PSSI pada 29 Mei.

"Kami mengerti alasan beberapa klub yang menyarankan ditiadakannya degradasi untuk kompetisi 2021. Keputusan akhir menjadi wewenang dari PSSI dan PT LIB. Itulah sikap kami," sebutnya.

"Namun, yang perlu digarisbawahi sekali lagi adalah PSS dalam posisi siap hadapi kompetisi dengan sistem degradasi," tegasnya.

Mantan Deputi Sekjen PSSI itu mengingatkan sikap PSS saat Owner's Meeting dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 15 Januari 2021 lalu untuk menentukan status kompetisi 2020. Di kesempatan tersebut PSS sudah menyampaikan pandangan tentang beberapa hal.

Pertama, soal kompetisi 2020 yang sudah harus dibatalkan. Kedua, jelang menghadapi kompetisi berikutnya bahwa sebaiknya dilaksanakan turnamen pemanasan/pre-season, yang akhirnya menjadi Piala Menpora 2021. Dan yang ketiga, soal Liga 1 2021.

"Sikap PSS pada saat itu hingga sekarang masih sama. Kami serahkan sepenuhnya kepada PSSI dan PT LIB. Memang aspek pertimbangannya banyak, tetapi hal tersebut merupakan wewenang dari PSSI dan PT LIB," kata dia mengakhiri.

(cas/krs)