Kapolri ke Suporter Bola RI: Jangan Langgar Prokes Lagi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 31 Mei 2021 18:10 WIB
Tuntas sudah leg pertama final Piala Menpora 2021 antara Persija Jakarta vs Persib Bandung. Macan Kemayoran menang 2-0 lewat dua gol cepat di babak pertama.
Final Piala Menpora 2021, turnamen pramusim Liga 1 sebelum kompetisi kini akan resmi bergulir lagi. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi mengumumkan izin Liga 1 dan Liga 2 2021. Ia juga menegaskan harapan suporter tak melanggar protokol kesehatan lagi.

Listyo mengacu ke kerumunan yang tercipta seusai laga final leg kedua Piala Menpora lalu. Saat itu, suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung membuat kerumunan.

Suporter Persija The Jakmania melakukan konvoi untuk merayakan gelar juara di jalanan ibu kota. Sementara suporter Persib melakukan penyerangan ke kantor Maung Bandung.

"Beberapa waktu lalu penyelenggaraan (Piala Menpora) sudah cukup bagus, tetapi yang kami sayangkan adalah masih terjadi arak-arakan di akhir pertandingan yang potensial menimbulkan klaster COVID-19," kata Listyo di Mabes Polri, Senin (31/5/2021).

"Imbauan kami, kalau kita mencintai tim kesayangan yang akan tampil di Liga 1 atau 2 Liga, tentu kami harapkan para suporter juga mendukung dengan sama-sama menjaga terkait masalah aturan prokes untuk betul-betul dijaga. Karena pelanggaran terhadap hal tersebut akan berdampak terhadap tim kesayangan kita," ujar Kapolri menambahkan.

Sementara soal wacana PSSI yang mau menghadirkan penonton terbatas dipastikan belum bisa terlaksana dalam waktu dekat. Kepolisian masih khawatir dengan penyebaran angka virus corona.

Namun, Polri tak menutup kemungkinan untuk memberikan izin kehadiran penonton. Semua akan tergantung dengan kondisi pandemi ke depannya.

"Kompetisi akan dimulai Bulan Juli. Kami akan melihat angka COVID-19. Perkembangan sampai hari ini, karena kita baru saja menghadapi arus balik, sehingga tentu setiap hari akan kami pantau," tutur Listyo soal potensi menghadirkan penonton di Liga 1.

"Kalau angka bisa dikendalikan tentu kami akan melihat apakah akan ada kelonggaran, tetapi tentu tetap dengan prokes ketat. Soal itu, akan kami lihat dulu perkembangannya," ucap Kapolri mengakhiri pernyataan.

(krs/aff)