Lapangan Bola Desa Ini Kayak di Eropa, Markas MU alias Munding United!

Bima Bagaskara - Sepakbola
Minggu, 13 Jun 2021 13:15 WIB
Lapangan bola Galuh Pakuan di i Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.
Lapangan Bola Desa Ini Kayak di Eropa, Markas MU alias Munding United! (Foto: dok. detikcom/Bima Bagaskara)
Kuningan -

Sebuah lapangan sepakbola yang ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat patut diapresiasi. Lapangan dengan rumput yang terawat dan berpola ini tak ubahnya lapangan bola di Eropa.

Yang menarik, lapangan ini sebenarnya tidak berada di pusat perkotaan apalagi di dalam sebuah kompleks stadion. Lapangan ini terletak di sebuah desa. Tepatnya di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.

Dilihat detikcom, lapangan yang diberi nama Galuh Pakuan ini memiliki pola garis-garis. Meski rumputnya tidak begitu hijau, namun lapangan ini sangat rata yang menandakan perawatan rutin dilakukan oleh pengelolanya.

Lapangan Galuh Pakuan ini dikelola oleh para pemuda dari karang taruna Desa Cigedang. Kata mereka, lapangan ini baru saja dirapihkan usai menggelar turnamen antar RW disana.

"Ini baru dipakai turnamen antar RW jadi baru dirapihin, dipotong rumputnya, diratain lagi, garis-garisnya ditebelin lagi," kata Aldi Alfian (20) salah seorang pengurus karang taruna Desa Cigedang saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/6/2021).

Lapangan bola Galuh Pakuan di i Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.Lapangan bola Galuh Pakuan di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan. Foto: dok. detikcom/Bima Bagaskara

Markas MU, Munding United

Lapangan sepakbola Galuh Pakuan ini semakin populer di Kuningan setelah karang taruna membentuk sebuah klub bernama Munding United serta membuat akun instagram. Melalui akun instagram itu, banyak pecinta sepakbola yang tertarik dengan Lapangan Galuh Pakuan.

"Kami juga bikin klub. Ada (instagram), di situ kita upload foto sama video lapangan ini, alhamdulilah banyak yang tertarik, banyak yang nanya juga lewat DM (direct massage)," ucap Aldi.

Sayangnya Lapangan Galuh Pakuan ini belum berstandar internasional. Jika standarnya lapangan sepakbola memiliki panjang 100-110 meter dan lebar 64-75 meter, Lapangan Galuh Pakuan memiliki panjang 90 meter dengan lebar 61 meter.

Aldi juga menceritakan awal mula lapangan yang berdiri di tanah milik desa ini bisa seperti saat ini. Kata dia tadinya Lapangan Galuh Pakuan ini tidak memiliki pola sama sekali. Namun para pemuda disana ingin lapangan tersebut bisa seperti lapangan yang ada di Eropa.

"Dulu rata aja ga ada garis-garis, cuma ada masukan katanya pengen kaya di stadion besar biar lebih indah diliatnya. Kita tanya caranya gimana, terus yaudah kita buat lapangan ini jadi garis-garis," jelasnya.

"Ini kan rumput asli jadi kita potong pakai mesin. Kalau mesin kan ada ukurannya buat panjang rumput, jadi kita pakai ukuran 2 dan 3 supaya keliatannya bergaris gitu," sambungnya.

Lapangan bola Galuh Pakuan di i Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.Lapangan bola Galuh Pakuan di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan. Foto: dok. detikcom/Bima Bagaskara

Perawatan Lapangan Galuh Pakuan

Masih kata Aldi, semua biaya perawatan Lapangan Galuh Pakuan ini didapat secara mandiri dari hasil uang sewa lapangan. Karang taruna menyewakan lapangan ini dengan biaya Rp 150 ribu untuk sekali pertandingan.

Biasanya mereka yang menyewa Lapangan Galuh Pakuan adalah klub-klub lokal di Kuningan untuk menggelar pertandingan persahabatan. Namun tidak sedikit juga klub dari luar Kuningan yang ingin bermain disini.

"Kalau awalnya ada yang nyumbang dari warga pengen lapangan terawat, terus kalau sekarang biayanya dari uang sewa lapangan. Kita kan disewakan juga, sewanya Rp 150 ribu sekali pertandingan, kalau sama wasit nambah Rp 25 ribu," ujar Aldi.

Meski belum pernah ada pemain nasional yang menginjakkan kaki di lapangan ini namun Lapangan Galuh Pakuan sudah sangat familiar bagi pemain sepakbola di Kuningan.

Lapangan bola Galuh Pakuan di i Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan.Lapangan bola Galuh Pakuan di Desa Cigedang, Kecamatan Luragung, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kuningan. Foto: dok. detikcom/Bima Bagaskara

Tempat Aksi Wakil Bupati Hingga Bintang Tarkam

Mulai dari Wakil Bupati Kuningan Ridho Suganda hingga para bintang liga tarkam (antar kampung) sering bermain di lapangan sepakbola Galuh Pakuan.

"Kalau pemain nasional mah belum ada, tapi untuk para legend di Kuningan, pemain yang tarkam terkenal di Kuningan sudah banyak. Pak Wabup juga pernah main disini, dia kan suka main bola juga," ucapnya.

Ke depannya karang taruna Desa Cigedang bermimpi untuk menjadikan Lapangan Galuh Pakuan ini bisa diakui PSSI dan berstandar internasional. Menurut Aldi pemuda Desa Cigedang akan terus bersemangat mewujudkan mimpinya tersebut.

"Ke depan mah perawatan pasti terus dilakukan. Kalau pengennya mah bisa semakin diperbagus lagi, bisa standar FIFA dan dipakai buat pertandingan-pertandingan besar, misalnya Persib main disini gitu," pungkasnya.

(krs/yna)