Penonton Membludak, Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan Dihentikan

Agus Setyadi - Sepakbola
Minggu, 27 Jun 2021 19:45 WIB
Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan
Penonton Membludak, Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan Dihentikan (Agus Setyadi/detikSport)
Aceh -

Laga persahabatan Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan dihentikan usai babak pertama. Pertandingan disetop karena penonton membludak di tribun utama.

Pantauan detikSport, pertandingan Persiraja vs PSMS digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (27/6/2021) sore. Sejatinya laga digelar tertutup dan penonton diminta menyaksikan lewat siaran langsung.

Namun ketika wasit meniup peluit tanda kick-off babak pertama, penonton mulai masuk ke tribun utama secara berkelompok. Hingga babak pertama usai, tribun utama dipadati penonton tanpa berjarak.

Persiraja Banda Aceh vs PSMS MedanPersiraja Banda Aceh vs PSMS Medan dipadati penonton (Agus Setyadi/detikSport)

Alhasil terjadi kerumunan. Beberapa penonton tampak berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Sementara di tribun lain juga terdapat sejumlah penonton namun tidak seramai tribun utama.

Laga persahabatan itu ikut disaksikan langsung Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Dia duduk menonton di samping bench pemain.

Usai babak pertama berakhir dengan skor 0-0, pihak manajemen Persiraja memutuskan laga dihentikan. Wasit kemudian masuk ke stadion dan meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

"Pertandingan hari ini harus kita hentikan di babak kedua, karena mengingat tiba-tiba membludaknya penonton," kata Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, saat ditemui wartawan usai laga.

Persiraja Banda Aceh vs PSMS MedanMomen penonton membludak di laga persahabatan Persiraja Banda Aceh vs PSMS Medan (Agus Setyadi/detikSport)

Menurut Rahmat, pihaknya sudah mengantisipasi agar penonton tidak datang ke stadion. Salah satunya dengan menyiarkan siaran langsung dan meminta penonton menyaksikan dari rumah.

"Kita sudah coba mengantisipasi tapi memang jebol juga, itu di luar prediksi," jelasnya.

"Sebenarnya kita tetap mematuhi peraturan pemerintah, sepakbola harus digelar tanpa penonton dan segala macam, kita tetap mematuhi itu," lanjutnya.

Rahmat mengaku ada kesalahan dalam mengantisipasi penonton karena tidak melibatkan pihak keamanan. Penjagaan di pintu masuk, katanya, hanya dilakukan panitia saja.

"Sebenarnya (penjagaan) sudah ketat, memang harus kita akui kesalahan kita adalah tidak melibatkan aparat keamanan. Kita hanya memakai panitia sipil, panitia kita teman-teman manajemen, tapi ya itu memang orang kita agak sulit dilarang," ujarnya.

(agse/aff)