Indra Sjafri Sambangi Mataram Utama FC, Dukung Pembinaan Pemain Muda

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Senin, 12 Jul 2021 15:17 WIB
Indra Sjafri mendukung pembinaan pemain muda yang dilakukan oleh Mataram Utama FC.
Indra Sjafri mendukung pembinaan pemain mudah Mataram Utama FC. (Foto: dok.Mataram Utama FC)
Yogyakarta -

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menyambangi klub Liga 3 asal Yogyakarta, Mataram Utama FC. Dia mendukung pembinaan pemain muda.

Geliat klub sepakbola lokal Yogykarta bertambah semarak. Terbaru ada Mataram Utama FC yang merupakan pengembangan dari perkumpulan anggota Asosiasi Kota (Askot) PSSI Yogyakarta, Manggala SIWO Mataram Utama.

Tim ini tak hanya berpentas di kompetisi Askot saja. Namun merambah ke Liga 3 dan pembinaan usia dini lewat Mataram Utama Football Academy yang resmi diperkenalkan ke publik, Senin (11/7).

Kehadiran Mataram Utama FC berikut akademinya mendapat dukungan dari Indra Sjafri.

Pelatih yang pernah membawa gelar juara AFF U-19 ini sempat menyampaikan pesan bahwa klub merupakan aset penting bagi PSSI.

"Saya melihat, klub ini bagus karena memiliki pemain-pemain muda bahkan ada akademinya dan dilatih pelatih-pelatih berlisensi. Ini ada Coach Johan (Arga) yang lisensinya C, lalu Coach Erwan (Hendarwanto) yang kini sedang kursis A Diploma," kata Indra dalam rilis yang diterima detiksport, Senin (11/7/2021).

Indra menilai, anak muda dari Yogyakarta memiliki potensi luar biasa untuk berkembang. Ketika banyak klub yang mendidik dengan cara benar, maka diharapkan kedepan akan muncul potensi-potensi berkualitas dari Bumi Mataram.

"Ini tentu fundamental yang bagus bagi sebuah klub," kata Indra Sjafri.

Sementara itu, Presiden Klub Mataram Utama FC, Dessy Arfianto, mengatakan Mataram Utama Football Academy menjadi satu bagian besar dengan Mataram Utama FC.

Akademi itu memiliki tiga jenjang kelompok usia. Yakni Kelas Arjuna (6-9 tahun), Bima (10-13 tahun) dan Yudhistira (14-17 tahun).

Tiga jenjang tersebut dibuat bukan tanpa alasan, namun disesuaikan dengan Filosofi Sepakbola Indonesia (Filanesia) yang mengisyaratkan adanya fase kegembiraan sepakbola, pengembangan ketrampilan sepakbola dan pengembangan permainan sepakbola untuk pembinaan usia dini.

"Kami menggunakan pedoman Kurikulum Filosofi Sepakbola Indonesia (Filanesia), penerapan ilmu oleh pelatih-pelatih berlisensi serta dukungan fasilitas industri sepakbola modern yang memadai. Kami memiliki misi untuk bersama mewujudkan sepakbola Indonesia gemilang. Dari Jogja, kita bawa Garuda terbang tinggi," ungkap Dessy.

Di setiap jenjang, Mataram Utama Football Academy akan memberikan beasiswa pada pemain yang berhasil masuk dalam tim. Tak hanya itu, fasilitas seperti kostum dan perlengkapan penunjang latihan telah disiapkan untuk memaksimalkan pengembangan talenta pemain.

Tim nantinya sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi Piala Soeratin KU-13, 15 dan 17 tahun. Akademi ini menggunakan training ground di Lapangan Kenari Yogya.

"Saat ini, kami menggelar seleksi secara virtual karena situasi masih mengharuskan kita untuk tidak berjumpa secara langsung. Siapapun boleh ikut, mengirimkan video teknik dasar sepakbola seperti passing, dribling, shooting dab heading yang nantinya akan dinilai langsung tim pelatih. Nanti ketika situasi sudah memungkinkan, akan dilanjutkan dengan penilaian secara luring di lapangan," ucapnya.

Seleksi virtual dilaksanakan periode 14 sampai 20 Juli 2021 untuk KU 10-13 tahun dan 14-17 tahun. Sedang untuk KU 6-9 tahun saat ini belum dilakukan seleksi.

Adapun ketentuan seleksi, dapat dilihat di instagram @mataramutama. Pemain akan diseleksi oleh Erwan Hendarwanto, Johan Arga Pramudya, Pratama Gilang Ramadhan serta Oni Kurniawan yang merupakan legenda hidup PSIM.

Selain para legenda PSIM tersebut, para pelatih lainnya akan dilengkapi Arif Fitriadi dan Angga Kusuma. Bagi yang beruntung, ada hadiah 3 jersey Timnas Indonesia dan 2 tabungan beasiswa bagi peserta seleksi.



Simak Video "Hadapi Musim Kering, 400 Tangki Air Bersih Disebar di Boyolali"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/rin)