Soal Liga 1, Dokter Tim Bhayangkara FC Setuju dengan dr Tirta

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 15 Jul 2021 20:53 WIB
Logo Klub Liga 1 mulai dari Arema, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara, Madura United, Mitra Kukar, Persebaya, Persela, Perseru, Persib, Persija, Persipura, PS Tira, PSIS, PSM, PSMS, dan Sriwijaya
Foto: Infografis Detiksport
Jakarta -

Pernyataan dr Tirta Mandira Hudha soal Liga 1 direspons pihak Bhayangkara FC. Secara spesifik, oleh dokter tim salah satu klub Liga 1 tersebut.

"Kalau saya setuju dengan dia (dr Tirta) karena berani bicara. Bukan cuma fakta di lapangan tapi juga dengan teori kedokteran yang diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Jadi kuat argumennya dan tidak ngawur," kata Muhammad Yusuf Zulfikar, dokter tim Bhayangkara FC, kepada pewarta, Kamis (14/7/2021).

"Menurut saya pribadi sih seharusnya kompetisi tetap jalan karena kemarin Piala Menpora alhamdulillah lancar. Kita juga tahu kemarin ada Euro dan Copa, kita coba terapkan aturan yang sama di sini, sambil kita juga sama-sama menekan penyebaran COVID-19," imbuh pria yang akrab disapa dr Yusuf itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan prokes dalam kompetisi nanti telah mengacu pada aturan FIFA soal protokol kesehatan. Dengan begitu, kompetisi diyakini bisa tetap aman dan tanpa potensi klaster baru mengingat prokes yang diterapkan ketat.

Apalagi Liga 1 musim ini juga direncanakan bergulir dengan format series, bubble to bubble dan terpusat hanya di Pulau Jawa saja. Maka, hal itu di atas kertas dapat mempermudah pengendalian mobilitas tim selama kompetisi.

"Jadi dengan sistem bubble to bubble itu bagus karena tidak terhambur dan saat perpindahan dari seri satu ke seri satunya lagi itu juga aman karena terus ada pemeriksaan. Misalnya hari ini yang main Persija vs Bhayangkara FC, kami harus satu hotel dan kami diisolasi di situ sebelum dan sesudah pertandingan, nanti diperiksa lagi," katanya.

Jika pun dalam perjalanan Liga 1 dan Liga 2 nantinya ternyata ada pemain atau ofisial yang terpapar virus Corona, Yusuf yakin PSSI dan PT LIB pasti telah menyiapkan penanganannya.

"Dengan Prokes yang ketat ini menurut saya tidak ada masalah karena di dalam itu hanya kami (tim). Sebelum masuk hotel dan bertanding kami diswab. Jadi saya kira tidak ada yang salah untuk kita coba menggulirkan sepakbola apalagi tahun ini Indonesia sudah mau dua tahun tidak ada kompetisi," ujarnya.

Sebelumnya, dr Tirta menyatakan dirinya mendukung gelaran sepakbola nasional. Menurutnya, sepakbola bisa memberikan manfaat ke masyarakat.

"Pertimbangannya sederhana. Saat ini psikis masyarakat itu terganggu. Tidak dalam situasi yang ideal karena beragam berita tentang pandemi Covid-19 yang berlebihan. Masyarakat butuh hiburan. Dan, hiburan itu bisa menjadi imun agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepakbola itu adalah hiburan," ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan tetap perlu ada prokes ketat yang diterapkan selama kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Tujuannya agar jangan sampai kompetisi sepakbola malah menimbulkan klaster di tengah kecenderungan pandemi yang memburuk.

"Harus ada aturan tegas. Jika tetap ada suporter yang datang, klub akan mendapatkan hukuman berat," ujar dr Tirta.

(mcy/krs)