Jepang Imbau Gelandang Persebaya Ini Tinggalkan Indonesia

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 16 Jul 2021 18:25 WIB
Taisei Marukawa
Jepang Imbau Gelandang Persebaya Ini Tinggalkan Indonesia (Instagram/taiseimarukawa)
Jakarta -

Pemerintah Jepang mau fasilitasi pilar Persebaya Taisei Marukawa meninggalkan Indonesia. Situasi COVID-19 menjadi alasan Jepang khawatir dengan warga negaranya.

Indonesia kini ditakuti negara lain karena kacaunya situasi COVID-19 yang makin memburuk akhir-akhir ini. Jepang bersama Arab Saudi dan rencananya Taiwan pun mau memulangkan warganya yang sedang berada di Indonesia.

Tak terkecuali Taisei Marukawa yang baru saja bergabung ke Persebaya Surabaya pada akhir Mei lalu. Pemain berusia 24 tahun itu belum mencatat debut pada laga resmi seiring ditundanya Liga 1 2021 ke akhir Agustus.

Belum juga beraksi, kini Taisei Marukawa mau dibawa pulang oleh pemerintah Jepang karena tak mau warganya ikut terpapar COVID-19 yang tengah meledak di Indonesia. Akhir-akhir penambahan kasus COVID-19 berada di kisaran 50 ribuan per harinya.

"Benar memang diimbau untuk meninggalkan Indonesia. Tapi bukan panggilan pribadi. Mereka yang mau bisa menghubungi perwakilan pemerintah Jepang dan akan diberikan fasilitas untuk pulang," kata Taisei Marukawa di laman resmi Persebaya.

"Saya tidak bisa memutuskan sekarang. Karena saya tidak tahu kapan kompetisi dimulai. Lagi Pula kami juga masih melakukan latihan. Jadi saya di sini saja dulu," ujarnya menjelaskan.

Persebaya menjadi satu dari sedikit yang memutuskan tetap menggelar latihan di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Bajul Ijo biasa menggelar latihan rutin di Gelora Delta Sidoarjo atau Stadion Tambaksari, Surabaya.

Di tengah-tengah latihan rutin, Persebaya juga menyempatkan diri untuk turut ikut program vaksinasi buat anggota tim. Makanya mereka tetap percaya diri beraktivitas di tengah situasi saat ini.

"Di sini sebenarnya cukup aman karena saya tidak pernah keluar apartemen selain untuk latihan. Kesehatan dan makanan juga dipantau oleh tim medis dan chef tim. Jadi sebenarnya tidak masalah," tutur pemain asal Hiroshima itu.

"Saya harus benar-benar mempertimbangkan dengan baik vaksin. Karena jika saya mendapatkan vaksin yang berasal dari China, maka pemerintah Jepang tidak akan memberikan jatah vaksin kepada saya. Jadi kemungkinan besarnya saya pilih untuk melakukan vaksinasi di Jepang," ucapnya soal keputusannya tak vaksin di Indonesia.

(aff/raw)