Shin Tae-yong Minta Putranya Belajar dari Asnawi Mangkualam

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 19 Jul 2021 18:33 WIB
Sejumlah pemain Tim Nasional Indonesia melakukan sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (11/5/2021). Latihan tersebut dipantau langsung Ketua Umum PSSI Mohammad Iriawan dan Kaesang Pangarep.
Shin Tae-yong minta putranya belajar dari Asnawi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Shin Tae-yong meminta putranya, Shin Jae-hyuk, belajar dari Asnawi Mangkualam. Keduanya kini akan jadi rekan satu tim setelah Shin Jae-hyuk direkrut Ansan Greeners.

Menurut media Korea Sport Chosun, Shin Jae-hyuk bergabung ke Ansan per 19 Juli 2021. Perekrutannya dari Universitas Konkuk disebut murni karena kemampuan sang pemain, bukan karena status legenda ayahnya, Shin Tae-yong.

Ansan pun menjadi klub profesional pertama Shin Jae-hyuk yang sebelumnya masih bermain di level kompetisi tingkat kampus. Di Ansan, Shin Jae-hyuk disarankan untuk belajar dari Asnawi, seniornya yang sudah lebih dulu bermain untuk klub K League 2 itu.

"Ayah (Shin Tae-yong) pernah membicarakan Asnawi saat di rumah. Kata dia, saya harus main seaktif Asnawi. Saya harus bermain seperti Asnawi meski masih muda. Saya harus melihat dan belajar darinya," kata Shin Jae-hyuk dikutip dari Sport Chosun.

Asnawi memang pemain kesayangan Shin Tae-yong. Sejak melihat permainannya pada awal 2020, Shin Tae-yong langsung kesengsem.

Ketika agen Asnawi mengirim CV ke Ansan, Shin Tae-yong ikut memberi dukungan. Berkat rekomendasi Shin Tae-yong lah Ansan kemudian menerima CV Asnawi lalu merekrutnya.

Bersama Ansan, karier Asnawi terbilang berjalan baik. Selama dalam kondisi fit, Asnawi selalu dipasang sebagai pemain utama. Maka dari itu, Shin Tae-yong meminta putranya mencontoh ke Asnawi yang sudah lebih dulu membuktikan diri bersama Ansan.

Sementara itu, Shin Jae-hyuk sudah akrab dengan sepakbola sedari kecil. Kakak kandungnya, Shin Jae-won, sudah lebih dulu menjadi pemain profesional dan kini tercatat sebagai pemain FC Seoul, klub K League 1.

Shin Jae-hyuk menjadi saksi hidup kiprah Shin Tae-yong di sepakbola. Ia turut dibawa ke Australia saat Shin Tae-yong memperkuat Queensland Roar sebagai pemain lalu asisten pelatih, sekitar 2005-2008.

"Ketika saya kembali ke Korea lalu menjadi pemain kampus, saya selalu berpikir untuk melakukan yang terbaik. Ayah punya hidup sendiri, saya pun harus bisa maksimal dengan tujuan menunjukkan kemampuan terbaik," ujar pemain berusia 20 tahun itu.

(krs/yna)