Desa Ini Punya Lapangan Sepakbola yang... Wow!

Robby Bernardi - Sepakbola
Senin, 19 Jul 2021 20:23 WIB
Pekerja memotong rumput lapangan sepak bola menggunakan mesin di Lapangan Desa Purwodadi, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (19/7/2021). Pemerintah desa setempat bekerja sama dengan pihak swasta memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Lapangan Desa Purwodadi seluas tiga hektare menjadi lapangan sepak bola berstandar FIFA dengan sistem kerja sama Bangun Guna Serah sebesar Rp5,5 miliar. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.
Lapangan sepakbola bertaraf FIFA di desa Purwodadi (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Pekalongan -

Anda mungkin kurang akrab dengan nama desa Purwodadi. Tapi, desa ini ternyata punya lapangan sepakbola standar internasional. Seperti apa?

Ya, lapangan bola yang bak karpet rapi, dengan warna hijau bersulam ini, bak lapangan seperti yang terlihat di televisi. Lapangan ini berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Semangat dan antusias warga desa yang akhirnya mempunyai lapangan bola yang 'wow' seperti ini. Tidak hanya satu, lapangan yang sama juga akan dibangun di sisi Utara. Bahkan, dengan menggunakan lahan tiga hektar ini, akan dibangun kolam renang dengan standar nasional.

Lapangan sepak bola dengan menggunakan rumput jenis Zoysia SP inipun perjuangannya tidak seindah seperti saat ini. Para pemuda desa ini awalnya terinspirasi dari lapangan sepak bola standar FIFA di Cisayong Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pekerja memotong rumput lapangan sepak bola menggunakan mesin di Lapangan Desa Purwodadi, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (19/7/2021). Pemerintah desa setempat bekerja sama dengan pihak swasta memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Lapangan Desa Purwodadi seluas tiga hektare menjadi lapangan sepak bola berstandar FIFA dengan sistem kerja sama Bangun Guna Serah sebesar Rp5,5 miliar. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.Pekerja memotong rumput lapangan sepak bola menggunakan mesin di Lapangan Desa Purwodadi, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (19/7/2021). Pemerintah desa setempat bekerja sama dengan pihak swasta memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Lapangan Desa Purwodadi seluas tiga hektare menjadi lapangan sepak bola berstandar FIFA dengan sistem kerja sama Bangun Guna Serah sebesar Rp5,5 miliar. (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

"Kami pemuda, patungan ke Cisayong, untuk melihat langsung lapangan sepak bola yang viral di sosial media itu. Karena warga di sini memang demam bola," kata Rislani selaku tokoh pemuda setempat saat ditemui detikSport, Senin (19/7) sore WIB.

Dengan modal nekat, mereka ke Cisayong. Mereka mengetahui lapangan Cisayong dibangun dengan biaya miliaran rupiah oleh PT Harapan Jaya Lestarindo dan hal itu sempat menciutkan nyali Rislani dkk.

Padahal, sebelumnya mereka juga terhalang dana desa untuk membuat lapangan bola karena lebih difokuskan untuk penangangan pandemi Covid-19.

Mereka pun tak hilang akal dan langsung menemui pimpinan perusahaan yang membangun lapangan bola di Cisayong. Akhirnya, lapangan dengan standar FIFA, dibangun di atas lahan aset desa seluas tiga hektar.

Dengan sistem kerjasama Bangun Guna Serah, dengan nilai investasi sebesar Rp 5,5 miliar untuk dua lapangan sekaligus.

"Beberapa kali kita ketemu pimpinannya. Alhamdulillah, melihat semangat kami, akhirnya lapangan bola ini terwujud. Bahkan akan ditambahi satu lapangan bola lagi dan kolam renang juga," sambungnya.

"Kami hanya menyediakan lahan. Semua biaya pembangunan lapangan dan fasilitas pendukung ditanggung Lestarindo."

Satu dari dua lapangan bola impian kini telah terwujud, lengkap dengan drainase. Bahkan perawatan rumput pun menggunakan penyiraman otomatis.

Lapangan Sepakbola di Desa Purwodadi, Pekalongan, JatengLapangan Sepakbola di Desa Purwodadi, Pekalongan, Jateng Foto: Robby Bernardi/detikSport

Sekretaris Desa Purwodadi, Irkham Alwi, menjelaskan dengan sistem seperti ini maka pihak desa baru bisa benar-benar memiliki lapangan tersebut 12 tahun kemudian. Lapangan lebih dulu disewakan.

"Selama 12 tahun nanti, semua aktivitas komersil menjadi milik PT Harapan Jaya Lestarindo. Kami hanya mengelola fasilitas pendukung seperti kantin, parkir. Namun, satu lapangan lagi yang belum jadi, milik desa," kata Alwi.

"Bagi kami, waktu 12 tahun ini, tidak akan lama. Yang penting adik-adik kami, kelak akan menikmati lapangan yang bagus ini. Jadi tidak masalah. Pembangunan penunjang lapangan pun, belum jadi semuanya, termasuk lahan parkir, warung, maupun lainnya."

(mrp/yna)