PSSI-Polri Kerja Sama Izin Kompetisi dan Pemberantasan Mafia Bola

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 23 Jul 2021 16:49 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan (iwan Bule) bertemu Menpora Zainudin Amali. Pertemuan itu bahas nasib kompetisi sepakbola di Indonesia yang mati suri gegara Corona.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan mengungkap 2 kerja sama dengan Polri. (Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

PSSI dan Polri sepakat menjalin kerja sama soal kepastian izin kompetisi Liga 1-Liga 2. Selain itu, kedua belah pihak juga melanjutkan Satgas Antimafia Bola.

Kerja sama ini ditandai dengan Surat Perjanjian Nomor :12/PSSI/VII-2021 dan Nomor : PKS/27/VII/2021 tentang Penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan, dan hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dengan Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops Kapolri) Inspektur Jenderal Polisi Drs Imam Sugianto MSi.

Singkatnya, Polri mendukung kegiatan-kegiatan sepakbola yang berada di bawah naungan PSSI. Sementara PSSI merupakan satu-satunya organisasi sepakbola yang bersifat nasional dan berwenang untuk mengatur, mengurus serta menyelenggarakan semua kegiatan atau kompetisi sepak bola di Indonesia yang sesuai dengan FIFA, AFC, dan ASEAN Football Federation (AFF).

Belakangan ini, izin penyelenggaraan kompetisi sepakbola memang kerap mendapat hambatan. Misalnya pada musim 2020 dimana Liga 1 dan Liga 2 tak mendapat izin Polri sehingga kompetisi akhirnya dibatalkan.

"Dengan kerja sama ini, PSSI dan Mabes Polri sama-sama berkomitmen untuk memajukan sepakbola. Bahkan satuan tugas anti mafia bola juga dilanjutkan. Ini menunjukkan komitmen dari PSSI dan Mabes Polri dalam memajukan sepakbola nasional agar bersih, enak ditonton, dan menjadi industri agar bisa bersaing dengan negara lain," kata Iriawan dalam rilis federasi.

Untuk kompetisi Liga 1 dan 2 serta Elite Pro Academy (EFA) U-20 pemberian izin pokok dikeluarkan oleh Mabes Polri berdasarkan rekomendasi dari Polda/Polres/Polresta/Polrestabes setempat.

Sedangkan kompetisi dan turnamen lokal yang dikelola oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) izin dikeluarkan oleh Polda berdasarkan rekomendasi dari Polres/Polresta/Polrestabes setempat.

Adapun kompetisi dan turnamen lokal yang dikelola oleh Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab/Askot) izin dan rekomendasi dikeluarkan oleh Polres/Polresta/Polrestabes setempat.

Selain itu, PSSI dan Polri kembali menyepakati kerja sama dalam penegakkan hukum di sepakbola. Satgas Antimafia Bola akan kembali mengusut dugaan-dugaan pengaturan skor di sepakbola Indonesia.

"Dengan kerja sama ini, PSSI dan Mabes Polri sama-sama berkomitmen untuk memajukan sepakbola. Bahkan Satuan Tugas Antimafia Bola juga dilanjutkan. Ini menunjukkan komitmen dari PSSI dan Mabes Polri dalam memajukan sepakbola nasional agar bersih, enak ditonton, dan menjadi industri agar bisa bersaing dengan negara lain," ujar Iriawan.

"Jadi jangan macam-macam sekarang. Tidak boleh lagi yang namanya pengaturan skor, suap, maupun kegiatan lain yang merugikan sepak bola itu sendiri. Ini komitmen saya sejak ditunjuk menjadi Ketua Umum PSSI pada Kongres di Jakarta pada 2019," tutur pria yang biasa disapa Iwan Bule itu.

(cas/rin)