Iwan Bule Disebut Punya Penyesalan Jadi Ketum PSSI di Era Pandemi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 25 Agu 2021 20:23 WIB
Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, mengungkap Mochamad Iriawan sempat menyesal menjadi ketua umum di saat pandemi COVID-19.
Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, mengungkap Mochamad Iriawan sempat menyesal menjadi ketua umum di saat pandemi COVID-19. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Jakarta -

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani menyebut Mochamad Iriawan punya penyesalan menjadi Ketua Umum PSSI. Pandemi COVID-19 menjadi penyebabnya.

Sejak Iriawan di PSSI, praktis tak banyak kegiatan sepakbola yang bisa berjalan. Liga 1 2020 yang cuma berjalan tiga pekan akhirnya diputuskan dihentikan.

Liga 1 2021 pun tertunda hingga saat ini dari rencana awalnya yang sedianya sudah kick off sejak Juni lalu. Sementara Liga 1 2021 baru mendapatkan kepastian beberapa hari menjelang kick off yang akan dilaksanakan mulai 20 Agustus mendatang.

Nasib Timnas Indonesia juga terkatung-katung karena banyaknya penundaan berbagai ajang. Mulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala AFF 2020, hingga Piala Asia 2023.

Saat Pra Piala Dunia akhirnya bergulir, Timnas Indonesia cuma menjadi lumbung gol. Materi pemain muda Timnas Indonesia gagal total dan terlempar ke playoff Piala Asia. Timnas Indonesia kini cuma menempati peringkat ke-174 di peringkat FIFA.

Berbagai hal itu menjadi tantangan berat PSSI era kepemimpinan Iwan Bule yang terpilih menjadi ketua sejak November 2019. Sepakbola Indonesia terbilang mati suri di era Iriawan.

"Kondisi yang terjadi saat ini dengan pandemi, sampai-sampai membuat ketum mengeluh ke saya. Katanya, 'Aduh kalau seperti ini dulu kita nggak usah menjadi pengurus PSSI'," kata Hasani kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/8/2021), sore.

"Karena kita dimarahi (oleh publik), seakan-akan masyarakat nggak peduli kalau COVID-19 sedang berlangsung. Mereka menuntut dan bertanya kenapa timnas begini kenapa begitu," ujarnya.

Hasani menegaskan, kerja PSSI saat ini sedang terganggu di kondisi tidak normal. Menurutnya, PSSI sudah berupaya meningkatkan daya saing Timnas Indonesia.

Salah satu buktinya adalah mendatangkan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Eks Pelatih Timnas Korea di Piala Dunia 2018 itu ditunjuk pada akhir 2019 lalu, tak lama setelah Iriawan terpilih sebagai Ketum PSSI.

"Saya yakin cara proses Shin Tae-yong yang dia lakukan di Timnas Muda. Kalau di senior saya belum begitu melihat," ucap Hasani.

"Dalam 2-3 tahun ke depan saya yakin kita bisa naik dari peringkat ke-174 ini. Tapi nggak besok juga ya, karena hari ini kompetisi masih belum ada. Kami fokus ke kompetisi dulu sekarang supaya bisa jalan," tuturnya.

(cas/krs)