Liga 1 Akan Kick off, PSM Cuma Punya Sisa Sehari Lunasi Tunggakan Gaji

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 26 Agu 2021 13:57 WIB
PSM Makassar
PSM Makassar saat menjalani sesi latihan (Foto: Ibnu Munsir/detikSport)
Jakarta -

PSM Makassar cuma punya waktu sisa 1 hari untuk melunasi tunggakan gaji ke 17 pemainnya. Liga 1 2021 akan segera dimulai pada, Jumat (27/8/2021).

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengklaim bahwa PSM Makassar sudah melaksanakan kewajiban melunasi tunggakan gaji ke pemain. Kini APPI sedang melakukan verifikasi tentang kebenaran kabar tersebut.

"Sudah ada pembayaran dari semalam (Rabu, 25 Agustus). Cuma kami masih melakukan pengecekan karena belum semua masuk," kata Pelaksana Tugas (Plt) General Manager APPI, M Hardika Aji kepada detikSport.

"Cuma belum bisa dibilang (melunasi) semua, masih kami lakukan crosscheck. Apakah benar uangnya sudah masuk atau belum. Info pelunasannya dari dua-duanya (pemain dan manajemen PSM)," ujarnya menambahkan.

Juku Eja divonis National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk membayar tunggakan dengan total sebesar Rp 6 miliar kepada 17 pemain. Keputusan itu dikeluarkan NDRC pada pertengahan April lalu.

NDRC sempat memberikan kesempatan selama 45 hari agar tunggakan tersebut dilunasi yang jatuh tempo pada awal Juni. Karena sudah lewat jatuh tempo, PSM pun di-sanksi mendaftarkan pemain baru di bursa transfer.

Sanksi itu bisa dicabut andai PSM Makassar melunasi kewajibannya. Tetapi batas waktunya hanya sampai penutupan pendaftaran pemain/bursa transfer awal musim Liga 1.

Adapun bursa transfer Liga 1 2021 dibuka pada 7 Juni lalu sebagaimana tercantum di TMS FIFA. Sementara itu, penutupan bursa transfer jatuh pada 27 Agustus yang bertepatan dengan kick off Liga 1.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita memastikan, klub penunggak bisa dicoret dari kompetisi. Itu akan terjadi kalau klub penunggak tak melunasi sampai hari penutupan bursa transfer.

"Kalau belum diselesaikan tidak bisa ikut kompetisi, itu kan sudah aturan FIFA. PSM tidak bisa ikut, kita harus tegas soal ini," tutur Lukita kepada wartawan.

(aff/cas)