Stadion Manahan Jadi Kandidat Venue Liga, Gibran: Tak Ada Masalah

Ari Purnomo - Sepakbola
Selasa, 31 Agu 2021 18:35 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, siap kalau Stadion Manahan menjadi venue laga Liga 1 dan Liga 2. (Foto: detikcom/Ari Purnomo)
Solo -

Stadion Manahan, Solo, menjadi salah satu kandidat menggelar pertandingan Liga 1 dan Liga 2. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, bilang tak ada masalah.

Liga 1 2021 sudah digelar pekan lalu. Karena 3 pertandingan sukses, maka kompetisi pun mendapatkan lampu hijau untuk lanjut.

Kompetisi direncanakan berlangsung di 3 klaster. DKI Jakarta-Banten-Jawa Barat adalah klaster 1, Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan klaster 2, dan Jawa Timur klaster 3.

Ada kabar menyebutkan bahwa Stadion Manahan, Solo akan menjadi salah satu kandidat penyelenggaraan Liga 1 maupun Liga 2.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyambut baik masuknya Manahan sebagai salah satu venue gelaran sepak bola kasta tertinggi tersebut.

"Kami siap-siap saja karena semua venue olahraga kita bagus-bagus semua," ungkap Gibran kepada wartawan, Selasa (31/8/2021).

Menurutnya, dengan kondisi stadion Manahan yang juga sempat menjadi tuan rumah Piala Menpora sudah cukup memenuhi jika menjadi venue Liga 1 dan Liga 2.

"Belum ada kepastian, tapi akan tetap kita kejar. Venue olahraga sudah siap," tuturnya. Lebih dari itu, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan, kasus virus Corona atau COVID-19 di Solo juga terus menurun.

Dengan capaian ini, Solo dinilai sudah cukup siap untuk menggelar sepak bola tanpa penonton lagi.

Selain Liga 1 dan Liga 2, suami Selvi Ananda itu juga menyampaikan, bahwa gelaran Piala Wali Kota Solo juga sudah memungkinkan untuk digelar.

Hanya saja, pihaknya perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan gelaran tersebut sudah bisa dihelat.

"Kalau sudah keadaan sudah seperti ini (melandai), kalau saya sih berani, tapi nunggu dulu," urainya.

Meski begitu, mengenai keputusan penyelenggaraan turnamen tersebut menurut Gibran bukan di tangannya. Melainkan dari pihak-pihak lain, seperti dari PSSI maupun juga dari kepolisian.

"Keputusannya bukan di saya, kalau ada lampu hijau dari PSSI, Kapolda (Jateng), Kapolri ya bisa dieksekusi tapi keputusannya bukan di saya," ucapnya.



Simak Video "Gibran Ingin Karang Taruna Jadi Wadah Penghasil Wirausaha Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/raw)