Buntut Sepakbola Kungfu, Menpora: Pemain Brutal Jangan Dipanggil Timnas

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 13 Sep 2021 16:42 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali meminta pemain brutal tak dipanggil ke Timnas Indonesia. (Foto: Kemenpora)
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali mengomentari sepakbola kungfu. Ia meminta Timnas Indonesia tak perlu memanggil pemain yang melakukan tindakan brutal dalam pertandingan.

Amali kecewa betul dengan insiden yang terjadi pada uji coba antara Persiraja Banda Aceh dan AHHA PS Pati di Jakarta pada 8 September. Syaiful Indra Cahya paling disorot atas aksinya mendaratkan kaki di wajah Muhammad Nadhiif.

Selain Syaiful, ada juga aksi emosional yang melibatkan Zulham Zamrun. Baik Syaiful maupun Zulham sama-sama berlabel Timnas Indonesia.

"Tentang kejadian yang sempat heboh itu, saya kira sepakbola kita ini mulai ditata menuju ke arah yang lebih baik. Kita mulai menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sepakbola, ada kejadian kelakuan tidak profesional yang dilakukan pemain profesional," kata Amali dikutip dari pernyataannya di laman Kemenpora.

Menpora menilai, selain memiliki fisik dan teknik bagus, pesepakbola profesional juga harusnya memiliki sikap dan mental yang baik. Itu dinilai sangat penting dalam jiwa sebagai seniman lapangan hijau.

"Pembinaan sepakbola kita menyangkut itu semua. Bukan yang terampil dalam mencetak gol, bagus dalam bertahan dan sebagainya. Kita tidak cukup sampai di situ. Harus punya mental dan attitude yang bagus," ujar Amali.

Lebih lanjut, Amali pun meminta kepada PSSI agar skuad Timnas Indonesia diisi dengan pesepakbola yang betul-betul profesional. Jangan sampai ada oknum yang mencoreng nama baik tim Merah Putih.

"Semua pemain berkeinginan untuk main di Timnas. Saya titip, bagi mereka yang main di kompetisi, kalau mental dan attitude kurang baik seperti contoh tersebut, itu tolong dipertimbangkan betul untuk masuk ke timnas," ucapnya.

"Sebaik apapun pemain kalau mental dan attitude tidak bagus, maka menurut saya tak pantas berada di Timnas. Terus terang saya memberi dukungan penuh kepada Ketum PSSI, karena kita mulai dapat kepercayaan dari publik. Pemain profesional, perilaku juga harus profesional," tutur menteri asal Gorontalo itu.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga menyayangkan insiden tersebut. Dia berharap hal serupa itu tidak terjadi lagi. Iriawan juga menyampaikan kekecewaannya atas tindakan Syaiful dan Zulham Zamrun.

"Mereka tidak melapor saat pertandingan itu. Kalau melapor ada perangkat pertandingan yang memonitor. Yang jelas itu sudah dievaluasi. Itu oknum. Saya juga sangat kecewa, kok pemain seperti itu masih ada di zaman sekarang," ucap Iriawan.



Simak Video "Atta Halilintar Minta Maaf Terkait AHHA PS Pati Kasari Lawan"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/rin)