Kalteng Putra Janji Lunasi Tunggakan Gaji Sebelum Liga 2 Digelar

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 20 Sep 2021 22:50 WIB
Logo Kalteng Putra
Foto: dok.internet
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjamin Kalteng Putra bakal melunasi tunggakan gaji sebelum Liga 2 2021. Laskar Isen Mulang disorot karena menjadi tuan rumah fase grup.

Kalteng Putra divonis NDRC pada Maret 2020 karena menunggak gaji terhadap 26 pemainnya dari musim 2019. Sampai saat ini pihak klub belum juga melunasi hak para pemainnya.

Ketika masalah itu belum beres, Kalteng Putra malah mencalonkan menjadi tuan rumah fase grup Liga 2 2021. Malah, PT LIB menunjuk Kalteng Putra menjadi tuan rumah bersama tiga klub lainnya yakni Sriwijaya FC, Persis Solo, dan Martapura Dewa United.

Yang menjadi sorotan, tuan rumah Liga 2 menanggung biaya transportasi lokal buat klub-klub tamu. Tuan rumah juga wajib merekomendasikan lapangan latihan hingga akomodasi tim lain.

Ada anggapan PT LIB hingga PSSI membiarkan masalah dengan memilih klub penunggak gaji menjadi tuan rumah. Soal ini, PT LIB memberikan penjelasan.

Di media sosial, mantan pemain Kalteng Putra ramai-ramai mengecam penunjukkan Kalteng Putra menjadi tuan rumah Liga 2. Mereka geram ketika hak mereka belum selesai, pihak klub malah menghabiskan uangnya buat sektor lain.

Dari persyaratan PT LIB, klub tuan rumah memang mengeluarkan uang lebih ketimbang tim lainnya. Di sisi lain, PT LIB hanya memberikan subsidi sebesar Rp 400 juta buat tuan rumah.

"Secara persyaratan menjadi tuan rumah dari infrastruktur, akomodasi, dan transportasi (Kalteng Putra) memenuhi syarat. Mereka juga berkomitmen terkait putusan NDRC untuk menyelesaikan (tunggakan) sebelum (Liga 2) dimulai," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport.

"Kalau tidak diselesaikan akan kami ganti status tuan rumahnya, malah diskualifikasi juga sebagai peserta. Harus sebelum kick off dilunasi, malah kalau bisa dalam waktu dekat," ujarnya menambahkan.

Selain Kalteng Putra, beberapa klub Liga 2 juga punya masalah kasus yang sama. Salah satunya Persekat Tegal yang baru saja divonis NDRC belum lama ini.

Selain itu, ada juga Persis Solo yang dilaporkan 18 pemainnya karena hal serupa. Tetapi hanya 7 kasus pemain yang bisa diajukan ke NDRC karena 11 pemain lainnya tak punya salinan kontrak yang bisa menjadi bukti bahwa gaji mereka tertunggak.

"Pokoknya semua klub sudah harus melunasi kewajibannya sebelum liga dimulai. Itu sih prinsipnya, karena salah satu tujuan bergulirnya liga kan supaya klub bisa menyelesaikan semua permasalahannya," tutur Lukita.

"Tentu kalau nggak bisa ikut kan klub sendiri yang rugi kan. Misalnya didiskualifikasi atau degradasi," ucapnya.

(aff/krs)