Oknum Suporter Persis Diduga Nobar, PT LIB Minta Semua Pihak Taati Aturan

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 27 Sep 2021 21:20 WIB
Happy football fans support their team and celebrating goal with hands up. Big stadium
Ilustrasi suporter sepakbola: ada dugaan pendukung Persis Solo nobar saat lawan PSG Pati. (Foto: iStockphoto/NiseriN)
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) merespons dugaan oknum suporter Persis Solo menggelar nonton bareng. Operator minta semua pihak untuk menghindari kerumunan.

Beredar video oknum suporter Persis menggelar nobar pertandingan pembuka Liga 2 2021. Dari video tersebut diketahui oknum suporter ramai-ramai nobar pertandingan Persis Solo Vs PSG Pati, Minggu (26/9/2021).

Hal ini mencoreng semangat Liga 1 dan Liga 2 yang digelar tanpa menciptakan kerumunan demi mencegah terciptanya klaster COVID-19 sebagaimana diminta pemerintah. Tapi, hal ini sudah diduga dilanggar saat Liga 2 baru menggelar hari pertama.

"Saya cek ke Pak Budiman (Dalimunthe, Divisi Pembinaan Suporter dan Fans Klub PSSI), saya minta kalau bisa itu dilarang dan diingatkan jangan nobar. Itu kan perintah dari pemerintah untuk jangan ada kerumunan," kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport.

"Jadi saya minta tolong ke Pak Budiman, saya nggak tahu apakah itu (video) asli atau bagaimana. Pak Budiman yang bergerak. Kami sudah kampanye juga, jadi diharapkan tak ada lagi kalau memang itu benar terjadi. Harus jadi pelajaran. Kepolisian juga kan memantau," ujarnya menambahkan.

Lukita menambahkan, PT LIB sangat berharap semua pihak mendukung kelancaran berlangsungnya Liga 2. Nobar termasuk kegiatan suporter yang dilarang selama bergulirnya kompetisi di masa pandemi COVID-19.

Ia tak mau kompetisi dihentikan sebelum tuntas. Terlebih, usaha untuk menjalankan kompetisi sudah diperjuangkan melalui jalan panjang dengan pemerintah.

"Prinsipnya begini, bagaimanapun ini tanggung jawab bersama. Sepakbola bukan cuma soal pemain. Liga 1 dan Liga 2 harus terus jalan. Harus terus bergerak jangan sampai dihentikan gara-gara pihak-pihak yang sebenarnya tak bermaksud tapi nanti malah menjadi masalah," tutur Lukita berpesan.

"Tolong kita semua mengingat kembali bahwa kami susah payah untuk menjalankan Liga 1 dan Liga 2 ini. Jangan sampai dihentikan gara-gara perbuatan yang konyol," ucapnya menegaskan.



Simak Video "Kaesang Jadi Bos Persis Solo, Ini Harapan Pasoepati"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)