Lampu Hijau Laga Sepakbola Indonesia Dihadiri Penonton Lagi di Stadion

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 11 Okt 2021 16:48 WIB
Persija Jakarta ditahan imbang Persita Tangerang 1-1 dalam lanjutan Liga 1 2021. Ini menjadi hasil imbang keempat untuk Macan Kemayoran setelah menjalani lima laga.
Kompetisi BRI Liga 1 2021 bergulir tanpa penonton di seri pertama. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan memberikan lampu hijau laga sepakbola di Indonesia bisa disaksikan penonton lagi di stadion.

Hal itu iu ungkapkan pada hari Senin (11/10/2021). Luhut menilai kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah membaik. Oleh karena itu pemerintah pun sudah terbuka ajang-ajang olahraga bisa disaksikan penonton lagi, termasuk sepakbola.

Saat ditanya tentang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, ia mempersilakan acara itu dihadiri pengunjung. Kemudian ia juga mengizinkan sepakbola bisa disaksikan penonton lagi.

Sebelumnya, pemerintah tak mengizinkan kehadiran penonton pada gelaran Liga 1 dan Liga 2 2021 dan semua kegiatan serupa yang mengundang kerumunan. Tapi situasi pandemi yang mulai mereda membuat pemerintah kini mulai terbuka dengan kehadiran penonton lagi.

"Untuk pameran mobil (GIIAS), kami akan melihat nanti. Mestinya tidak ada masalah, tapi dengan protokol yang ketat," kata Luhut dalam pernyataannya yang ditayangkan di akun Sekretariat Presiden.

"Begitu juga dengan sepakbola. Presiden (Joko Widodo) minta evaluasi, dan nanti akan kita evaluasi. Nanti kita umumkan mungkin nanti akan ada penonton," ujarnya menambahkan.

Hanya saja pemerintah tak langsung mengizinkan pertandingan sepakbola langsung bisa disaksikan penonton secara penuh. Pemerintah akan melakukan evaluasi bertahap.

Untuk langkah awal, pemerintah baru mengizinkan penonton hadir di stadion di bawah kapasitas stadion. Kalau bisa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin jumlah kehadiran yang lebih besar akan diizinkan di kemudian hari.

"Penonton 30 persen di beberapa kota yang levelnya sudah memungkinkan. Itu dengan persyaratan misalnya PCR untuk pemain dan official, dan penonton mungkin di-antigen. Segera kami putuskan dan umumkan," ucap Luhut.

(krs/raw)