PSS Vs Barito: Irfan Jaya Main Usai Bela Timnas, Sudah Selesai Karantina?

Tim Detikcom - Sepakbola
Jumat, 15 Okt 2021 20:00 WIB
Pesepak bola PSS Sleman Irfan Jaya (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persik Kediri Andri Ibo (kiri) saat pertandingan sepak bola Group C Piala Menpora di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (1/4/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Irfan jaya bermain di PSS Sleman vs Barito Putera usai membela Timnas Indonesia, sudah selesai karantina? ( Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta -

Irfan Jaya langsung bermain saat PSS Sleman melawan Barito Putera. Pemain 25 tahun itu sudah menyelesaikan karantina usai membela Timnas Indonesia?

PSS melawan Barito di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/10/2021). Itu artinya berjarak 4 hari dari pertandingan leg II playoff kualifikasi Piala Asia 2023 Skuad Garuda melawan Taiwan.

Irfan menjadi starter saat PSS vs Sleman. Dengan hitu-hitungan jarak laga terakhir Indonesia, plus perjalanan ke tanah air, laga Super Elang Jawa belum sampai empat hari dari kedatangan Irfan Jaya ke tanah air.

Dalam aturan terbaru Satgas COVID-19, ada aturan karantina untuk semua Warga Negara Indonesia yang baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri.

Surat edaran yang tanggal 13 Oktober 2021, karantina untuk negara dengan eskalasi kasus positifnya rendah selama 5x24 jam. Sementara untuk negara asal dengan eskalasi kasus positifnya tinggi, karantina berlangsung selam 14x24 jam.

Dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021, ada juga kewajiban untuk melakukan swab PCR untuk WNI yang baru saja menjalani perjalanan Internasional.

Mengenai hal itu, Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, memberikan penjelasan. Dia bilang Liga 1 digelar dalam sistem bubble.

"Prinsipnya begini semua atlet yang masuk, kami karantina mandiri karena masuk bubble lagi. Jadi masuk ke kita sistem bubble lagi, jadi di-PCR lagi oleh kami. Kalau negatif boleh main," kata Lukita menjelaskan saat dihubungi detikSport.

"Ya, di dalam itunya (bubble Liga 1) sudah kita masuk sebagai bagian dari karantina mandiri. Kan di dalam bubble (hotel) kan tidak boleh kemana-mana."

"Boleh (main kalau negatif). Kalau positif tak boleh. Kan di airport juga mereka sudah di-PCR juga. Masuk ke kami di-PCR lagi. Seperti kasus Timnas Wanita yang main di PON kan. Sama seperti itu," kata dia menambahkan.

Lukita yakin bahwa tak akan ada masalah dengan bermainnya pemain Timnas kendati belum lama dari luar negeri.

"Ya itu memang sudah menjadi aturan dari BNPB ke kita kan. Pada saat kami memohon karantina mandiri dan akan kami mainkan, bahwa itu harus di-PCR lagi oleh kami. Dan itu masuk bubble lagi," kata Lukita lagi.

(mcy/cas)