PSSI Evaluasi Kinerja Wasit Terkait Kontroversi Liga 1 dan Liga 2

Muhammad Robbani - Sepakbola
Rabu, 20 Okt 2021 20:36 WIB
Logo Liga 1, Logo Bri Liga 1, BRI Liga 1
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PSSI akan melakukan evaluasi kinerja wasit-wasit terkait sejumlah kontroversi yang masih hadir di laga-laga BRI Liga 1 dan Liga 2 2021.

Kontroversi wasit sudah terjadi sejak laga pembuka Liga 1 yang mempertemukan Persik Kediri melawan Bali United. Setelahnya, berbagai dugaan kesalahan pengambilan keputusan dari wasit masih terjadi sampai pekan ketujuh Liga 1.

Paling anyar adalah kepemimpinan Oki Dwi Putra yang tak mengesahkan gol striker Persija Jakarta Marko Simic di BRI Liga 1. Padahal tak ada offside maupun pelanggaran yang terjadi sebelum Simic membobol gawang Arema FC, Minggu (17/10/2021).

Tak hanya menganulir gol, Persija merasa ada tiga kesalahan keputusan yang diambil Oki. Oleh karena itu, Persija pun melayangkan surat ke PSSI yang berisikan permintaan untuk mengistirahatkan Oki.

Kesalahan-kesalahan fatal keputusan wasit bukan cuma ada di BRI Liga 1 tapi juga dianggap terjadi di Liga 2. Kompetisi level 2 sepakbola Indonesia itu juga baru dimulai dan berjalan empat pekan.

Tak mau citranya buruk, PSSI berjanji akan melakukan penindakan jika memang wasit dianggap bersalah. Berbagai sanksi siap dijatuhkan apabila memang wasit-wasit terbukti melakukan kesalahan.

"Kami akan melakukan evaluasi untuk perangkat pertandingan. Jika ditemukan ada kesalahan, PSSI tentu akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkatannya," kata Ketua Komite Wasit Ahmad Riyadh dalam rilis PSSI.

Dijelaskan Riyadh, kesalahan kategori sedang akan diistirahatkan selama beberapa laga. Kesalahan berat akan diturunkan menjadi wasit Liga 2. Bahkan jika kesalahannya sangat fatal akan diberhentikan.

"Kesalahan fatal ini jika tindakan wasit ini bisa mengubah pertandingan. Misal seharusnya kedudukan 1-1, tetapi karena kesalahan wasit bisa menjadi 2-1," ujar Riyadh.

"PSSI ingin agar semua wasit yang bertugas di Liga 1 dan 2 lebih fokus sehingga tidak ada kesalahan elementer yang kemudian menjadi respons negatif dari klub, netizen, sponsor, bahkan pemerintah. Kalau human error, itu bisa dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan."

[Halaman selanjutnya: Laga-laga yang diselidiki PSSI karena diwarnai keputusan kontroversial dari wasit]