Hitung-hitungan PT LIB soal Tiket Liga 1 Rp 250 Ribu Sampai Rp 1,5 Juta

Yudha Maulana - Sepakbola
Minggu, 24 Okt 2021 12:27 WIB
Akhmad Hadian Lukita
Dirut PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita. (Foto: detikcom/Muhammad Robbani)
Bandung -

Wacana laga BRI Liga 1 dihadiri penonton turut memunculkan kisaran harga Rp 250 ribu - Rp 1,5 juta. Menegaskan bahwa hal itu masih wacana, PT LIB selaku operator juga punya hitung-hitungan di balik angka tersebut.

"Itu masih perbincangan belum ada keputusan," kata Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita saat ditemui di Hotel Topaz, Kota Bandung, Sabtu (23/10/2021) malam.

"Lalu bagaimana menghitung nilai tiket, strukturnya ada apa saja? Paling tidak kami harus menyediakan masker, desinfektan, hand sanitizer. Tapi yang ditakutkan itu soal jangan sampai ada klaster baru di stadion, kalau ada kita juga yang jadi masalah dan liga bisa dihentikan juga, dan itu ongkos yang memang masih kita kaji, dan itu belum suatu keputusan."

Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan di masa pandemi ini harus ekstra hati-hati. Termasuk juga harus memastikan bahwa penonton yang hadir di stadion harus dalam keadaan sehat dan negatif COVID-19. Oleh karena itu, biaya tes COVID-19 dan kit pencegahan virus Corona di stadion akan dimasukkan ke dalam harga tiket.

"Tes dilakukan di stadion, seperti tes di Liga 1 dan 2 yang kami lakukan, karena kami tidak mau dapat informasi kalau hasilnya tidak kami percayai (diragukan). Kalau kami lakukan langsung kami tahu si A negatif, kalau hasil dari luar, penonton kan banyak, bagaimana kami menyortirnya, kami juga harus jadi agen pemerintah untuk soal pandemi ini."

Lukita mengatakan, LIB dan PSSI dalam waktu dekat ini akan melakukan ujicoba dengan menghadirkan penonton undangan terlebih dahulu ke stadion. Undangan itu terdiri dari perwakilan suporter, pemerintah setempat, satgas, kepolisian dan komponen lainnya yang jumlahnya akan dinaikkan bertahap.

"Kami akan adakan 100, 200, 500, 1.000 itu yang hadir penontonnya undangan bukan yang berbayar. Undangan untuk suporter itu biar mengedukasi juga kepada suporter lainnya, jadi gini loh duduknya, kalau sekarang daftar dan beli tiket via online, pakai QR Code, duduknya jaga jarak berapa meter, kalau ada yang terpapar ketahuan karena berdasarkan id nomor KTP," ujarnya.

Sebelumnya, PSSI dan PT LIB merespons keinginan pemerintah yang menginginkan lanjutan kompetisi 2021-2022 ada penonton dengan persentase terbatas. Namun, akan ada tahapan penyesuaian, analisa, dan survei lebih dahulu sebelum akhirnya kompetisi dibuka untuk penonton.

"Terima kasih atas peluang yang diberikan oleh pemerintah di mana sepakbola ada penonton lagi. Sepakbola tanpa penonton itu memang hambar. Kita akan kaji, survei, dan analisa soal ini lebih dulu'' ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat memaparkan rencana kompetisi dengan penonton kepada Menpora Zainudin Amali.

Tonton prediksi dan analisis big match Manchester United vs Liverpool berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(yum/krs)