Analisis Timnas U-23: Butuh Gelandang Kreatif untuk Hadapi Australia

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 28 Okt 2021 21:20 WIB
Jakarta -

Timnas Indonesia U-23 butuh gelandang kreatif untuk menghadapi Australia pada leg kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 yang akan digelar pada, Jumat (29/10/2021).

Berkaca dari pertemuan leg pertama, Timnas U-23 kalah segalanya dari Australia. Mulai dari kalah postur tubuh hingga keterampilan mengolah bola.

Masalah postur sebenarnya bisa ditutup dengan kelihaian atau kemampuan individu masing-masing pemain. Namun, Timnas U-23 juga kalah dalam dua aspek itu.

Lapangbola mencatat Australia menguasai bola sebesar 72 persen berbanding 28 persen buat Indonesia. Ketiadaan pemain yang bisa mengatur serangan atau mengatur tempo permainan menjadi salah satu masalah utama.

Pelatih Shin Tae-yong memasang formasi 4-4-2 yang dalam praktiknya menjadi 4-1-4-1. Lapangan tengah diisi oleh Rachmat Irianto yang bermain defensif, sementara dua pemain di depannya adalah Gunansar Mandowen dan Bagus Kahfi yang di-plot sebagai playmaker.

Sebagaimana diketahui, Gunansar dan Bagus bukanlah seorang playmaker. Mereka berdua ditugasi menjadi pelayan atau penyuplai bola buat Hanis Saghara yang berdiri sendiri di depan.

Karena peran baru tak bisa dijalankan Bagus dan Gunansar, kreativitas Timnas U-23 memang terlihat sangat minim pada leg pertama. Makanya Australia bisa tampil begitu dominan.

Adapun pemilihan dua pemain itu untuk menjadi playmaker memang terkesan dipaksakan. Keterbatasan ketersediaan pemain turut menjadi penyebabnya.

Sebenarnya ada Syahrian Abimanyu yang bisa menjalani peran itu selayaknya Evan Dimas bersama Timnas Indonesia senior. Hanya saja Abimanyu tak mendapat izin dari Johor Darul Takzim karena Kualifikasi Piala Asia U-23 tak masuk kalender FIFA.

Beckham Putra Bisa Jadi Jawaban

Terlepas dari absennya Abimanyu, sebenarnya ada Beckham Putra yang bisa mengisi kekosongan itu. Beckham saat ini tengah bersinar bersama Persib.

Ia tampil reguler bersama Maung Bandung dan memberikan kontribusi positif. Dari enam penampilan, pemain 19 tahun itu sudah menyumbang 2 gol dan 1 assist.

Hanya saja, pemain Persib Bandung itu tak disertakan dalam line-up pada leg tanpa diketahui penyebabnya. Beckham bisa menjadi solusi Timnas U-23 untuk menghadapi Australia pada leg kedua.

Pada leg pertama, Australia menerapkan permainan pressing ketat. Kemampuan menggiring bola yang baik dari Beckham bisa membuat Timnas U-23 keluar dari tekanan.

Jangan minder

Selain itu, Shin Tae-yong juga sudah menyoroti bahwa anak asuhnya sudah minder duluan melawan Australia karena statusnya sebagai tim kuat. Dinilai pelatih asal Korea, pemain Timnas U-23 sebenarnya punya keterampilan yang baik untuk bisa mengimbangi Australia.

Buktinya, dua gol bisa mereka cetak meski tak banyak menguasai bola dan mengancam gawang lawan. Anak asuh Trevor Morgan juga sempat kelimpungan menghadapi serangan Timnas U-23 selepas Witan Sulaeman memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

Hanya saja, kondisi kembali berbalik ke Australia saat mereka mencetak gol ketiga lewat Jacob Italiano. Untungnya Taufik Hidayat kembali bisa memperkecil kedudukan menjadi 2-3 lima menit jelang bubaran.

Masih ada peluang

Dua gol pada leg pertama menjadi modal berharga Timnas U-23 dalam menjaga asa lolos ke Piala Asia U-23. Garuda Muda bisa menyamai 3 poin Australia andai menang dengan minimal unggul 1 gol pada leg kedua.

Jika itu terjadi, maka laga dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan siapa yang terbaik dari Grup G. Lebih amannya lagi Timnas U-23 perlu menang dengan keunggulan 2 gol dengan skor 2-0, 3-1, 4-2, dan seterusnya.

Kesempatan menyingkirkan Australia masih bisa digapai dengan mengeliminasi kesalahan pada leg pertama dan memperbaiki pola permainan tim. Hasil leg kedua berada di tangan Shin Tae-yong yang perlu menyusun strategi terbaik demi mendapat hasil yang diinginkan.

(cas/raw)