ADVERTISEMENT

Wasit Bermasalah Liga 1-Liga 2 Sudah Disanksi, tapi Tak Diumumkan

Muhammad Robbani - Sepakbola
Senin, 15 Nov 2021 18:51 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan
Ketum PSSI Mochamad Iriawan menyebut wasit bermasalah sudah disanksi. (Foto: Muhammad Robbani/detikcom)
Jakarta -

Ketum PSSI Mochamad Iriawan bicara kontroversi wasit di BRI Liga 1 dan Liga 2 2021. Penindakan kepada wasit sudah diambil, hanya saja tidak bisa dipublikasikan.

Keputusan-keputusan kontroversi wasit sudah kembali menghiasi sepakbola Indonesia sejak digulirkan lagi mulai pertengahan tahun ini. Salah satu masalah klasik sepakbola Indonesia seolah-olah bagai penyakit yang sulit dibenahi.

Kepemimpinan wasit yang tak adil erat kaitannya dengan pengaturan skor. Apalagi belum lama ini mencuat kasus pengaturan skor yang dilakukan lima pemain Perserang Serang dan satu pemain Persic Cilegon.

PSSI sendiri sudah memberikan pernyataan resmi terkait kinerja wasit. Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh pernah menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi para pengadil lapangan yang dianggap bermasalah pada Oktober lalu.

Hanya saja, sampai saat ini tak ada kelanjutannya. Publik juga bertanya-tanya apakah wasit-wasit tersebut sudah mendapat sanksi dari federasi.

"Putusan soal wasit itu sudah ada, cuma belum disampaikan saja. Orang-orang mengira kan mungkin nggak ada tindakan," kata Iriawan saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (15/11/2021).

"Kami akan cek dulu apakah boleh keputusan soal wasit itu dipublikasikan. Takutnya ada aturan FIFA yang melarang itu. Kalau pemain terlibat kan itu bisa diumumkan. Kalau wasit itu yang belum tahu," ujarnya menambahkan.

Ada sekitar enam pertandingan yang diselidiki pertandingannya karena kepemimpinan wasit yang dinilai tak adil. Yakni laga Persik Kediri menghadapi Bali United, Bhayangkara Vs Persiraja Banda Aceh, Persija Jakarta Vs Arema FC, PSBS Biak Vs Kalteng Putra, Rans Cilegon Vs Badak Lampung, hingga Borneo FC VS Persita Tangerang.

Beberapa laga di atas kesalahan wasit bahkan sampai memengaruhi hasil pertandingan. Misalnya Rans Cilegon yang menang 1-0 karena penalti kontroversial.

Atau Persija yang terpaksa kalah karena gol penyeimbangnya di ujung pertandingan tidak disahkan wasit. Padahal tak ada pelanggaran maupun offside yang membuat Persija harus berlapang dada golnya tidak disahkan.

Persija sampai melaporkan wasit Oki Dwi Putra karena merasa dirugikan. Soal ini, tak ada pernyataan dari PSSI tentang keputusan evaluasi wasit-wasit bermasalah.

"Sudah ada wasit yang diistirahatkan. Pokoknya kalau ada wasit yang di laga berikutnya tidak memimpin pertandingan, berarti dia kena sanksi," ucap Iriawan.

"Wasit itu salah satu concern PSSI. Bahkan kami sudah mensejahterakan wasit, dulu gajinya Rp 3,5 juta sekarang 10 juta (per pertandingan. Sekarang sedang pandemi COVID-19, tapi malah naik gajinya," ucapnya.

"Itu bukti komitmen kami. Mudah-mudahan dengan meningkatkan gaji wasit, mereka bisa kerja dengan baik. Putusan soal wasit itu sudah ada, cuma belum disampaikan saja," katanya lagi.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT