ADVERTISEMENT

Jika Ada Wasit Nakal di Liga 1, Ketum PSSI: Tamat Kariernya!

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 14:00 WIB
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan
Foto: Dok. PSSI
Jakarta -

PSSI sudah menggelar pertemuan dengan wasit-wasit BRI Liga 1 2021. Para pengadil lapangan sekaligus diingatkan sanksi berat jika berurusan dengan suap.

Ketum PSSI Mochamad Iriawan secara khusus memberikan pengarahan untuk menjalankan sepakbola yang bersih. Wasit Liga 1 ikut kena sorot setelah munculnya pengakuan salah satu perangkat Liga 1 yang menyatakan ikut mengatur skor.

Total 84 wasit dan asisten wasit ikut dalam pertemuan ini. Iriawan juga menyinggung kenaikan gaji wasit yang kini menjadi Rp 10 juta per laga Liga 1 sehingga tercatat sebagai bayaran tertinggi dalam sejarah kompetisi sepakbola Indonesia.

Gaji wasit tengah Rp 10 juta/pertandingan, asisten wasit Rp 7,5 juta/pertandingan, wasit cadangan Rp 5 juta/pertandingan, dan pengawas pertandingan Rp 5 juta/pertandingan.

"Alhamdulillah saya dapat bertemu langsung seluruh wasit dan asisten wasit BRI Liga 1 2021 untuk bersilaturahmi, memberikan semangat serta pengarahan terhadap mereka," kata Iriawan dalam rilis federasi.

Ketum PSSI, Mochamad IriawanKetum PSSI Mochamad Iriawan Foto: Dok. PSSI

"Saya juga meminta wasit, asisten wasit untuk menjaga integritas, kejujuran, ketegasan di dalam lapangan. Sebab baik buruknya pertandingan sangat tergantung pada wasit," ujarnya.

Iriawan gelisah dengan isu kompetisi yang tidak sehat lantaran wasit diduga juga ikut memainkan praktik kotor. Padahal, membenahi sepakbola Indonesia dari mafia bola menjadi salah satu kampanye Iriawan saat mencalonkan sebagai PSSI 1.

Eks Kapolda Metro Jaya itu berjanji akan menindak tegas wasit-wasit bermasalah. Jika terbukti menyalahi aturan, sanksi berat akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan.

"Kami pastikan bila ada wasit atau asisten wasit yang bermain seperti itu akan tamat kariernya di perwasitan Indonesia. Saya ingin sepakbola Indonesia yang bersih. Ini komitmen saya sejak mau mencalonkan menjadi Ketum PSSI. Makanya sekarang kami sudah melakukan MoU dengan Polri," tutur Iwan Bule, sapaan akrabnya.

"Pada malam ini juga ada penandatanganan pakta integritas agar semua wasit-wasit terbaik Indonesia tidak melakukan tindakan yang bisa mencoreng federasi dan tentu nama baik kalian. Tolong jaga itu," ucapnya.

(krs/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT