Ada PPKM Level 3 Saat Libur Nataru: Liga 1 Break, Liga 2 Sudah Tuntas

Muhammad Robbani - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 14:32 WIB
Logo Liga 1, Logo Bri Liga 1, BRI Liga 1
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PPKM level 3 bakal diterapkan saat masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada akhir tahun 2021 sampai awal tahun baru 2022. Kompetisi BRI Liga 1 kebetulan sudah break dan Liga 2 2021 bakal telah tuntas.

Kebijakan PPKM level 3 ini akan berlaku di seluruh wilayah di Indonesia. Harapannya agar penyebaran COVID-19 bisa diminimalisir dan tak menyebar luas saat libur panjang.

Kompetisi Liga 1 sendiri tak akan terpengaruh kebijakan ini karena memang sudah akan menyelesaikan Seri 3. Dari jadwal yang ada, 24 Desember akan menjadi hari terakhir putaran pertama.

"Break dulu akhir tahun, sebetulnya kami nggak tahu pemerintah akan menentukan itu (PPKM) untuk akhir tahun. Tapi jadwal (kompetisi) memang sudah kami serahkan ke pemerintah," kata Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita kepada detikSport.

"Dari awal pemerintah kan memang sudah menentukan, bisa main tanggal segini sampai tanggal segini. Karena kami komunikasi, ya sudah keluar ini (PPKM). Untungnya sudah sesuai dengan jadwal Liga 1," ujarnya menambahkan.

Liga 2 juga kemungkinan sudah menuntaskan kompetisi pada akhir tahun. Meski begitu, belum ada tanggal resmi kapan pertandingan final Liga 2 akan digelar.

Saat ini kompetisi level 2 ini bakal segera menuntaskan putaran kedua. Juara grup dan runner-up dari masing-masing grup (A-D) akan melaju ke 8 besar, lalu semifinal, dan final.

"Kalau Liga 1 lanjut 6 Januari (2022). Itu kan (PPKM) sampai tanggal 2 (Januari 2022). Menunggu Inmendagri juga, yang jelas itu nggak boleh ada kerumunan, ASN dilarang cuti, belum tahu apakah bola (kompetisi Liga 1-Liga 2) termasuk yang dilarang apa nggak," ucap Lukita.

"Liga 2 sudah beres akhir tahun, babak 8 besar itu Desember kalau nggak salah. Sebetulnya PPKM level 3 sepertinya nggak masalah. Kita (Liga 1-Liga 2) juga biasa main di tempat yang PPKM level 3. Mungkin yang nggak boleh itu penonton belum bisa datang untuk uji coba nanti," tuturnya.

(krs/pur)