Terpuruk di Liga 1, Persija Janji Belanja Pemain pada Bursa Transfer

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 30 Nov 2021 17:25 WIB
Persija Jakarta ditahan imbang Persita Tangerang 1-1 dalam lanjutan Liga 1 2021. Ini menjadi hasil imbang keempat untuk Macan Kemayoran setelah menjalani lima laga.
Terpuruk di Liga 1, Persija Janji Belanja Pemain Pada Bursa Transfer (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Persija Jakarta memastikan diri bakal belanja pemain terkait performa inkonsisten di BRI Liga 1 2021. Terakhir Macan Kemayoran kalah lagi dari Borneo FC.

Persija ditaklukkan Borneo secara menyakitkan dengan skor 2-1, Senin (29/11/2021). Dalam laga di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Persija sebenarnya sempat unggul 1-0, namun Pesut Etam berbalik unggul 2-1.

Tim asuhan Angelo Alessio pun makin terpuruk karena kalah dua kali berturut-turut. Marko Simic Cs pun tercecer di posisi ke-10 pada klasemen sementara Liga 1.

Terkait kondisi ini, Direktur Persija Ferry Paulus berjanji akan melakukan perubahan. Salah satunya melakukan perombakan skuad agar performa tim bisa membaik.

"Mereka sudah melakukan beberapa kali evaluasi. Nantinya, evaluasi final saat bursa transfer dibuka. Sehingga itu menjadi momentum untuk menambah pemain. Kami sudah bidik banyak pemain, bahkan sudah dikomunikasikan baik lokal dan asing," kata Ferry Paulus kepada wartawan.

Pemain asing pun terancam posisinya karena dianggap tak perform. Yann Motta atau Marco Motta bisa saja dilepas karena pertimbangan kontribusinya yang kurang.

Mendatangkan pemain asing baru dengan kualitas lebih baik bisa menjadi opsi. Soal ini, duo Motta masih punya sisa kontrak bersama Persija sampai akhir musim.

Adapun bursa transfer pertengahan musim Liga 1 sebentar lagi akan dibuka. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sudah menetapkan bursa transfer dibuka mulai 15 Desember mendatang.

"Pemain asing pasti juga dievaluasi jika melihat kondisi saat ini. Ini gambaran beberapa pekan terakhir. Saya tidak tahu nantinya seperti apa," tutur Ferry.

"Presiden dan manajer klub yang jauh lebih punya wewenang untuk melihat kedalaman tim, termasuk evaluasi yang sudah dilakukan," ucapnya.

(aff/cas)