PSS Sleman Angkat Bicara soal Dugaan Dokter Gadungan di Timnya

Jauh Hari Wawan S - Sepakbola
Kamis, 02 Des 2021 16:00 WIB
Dirut PT PSS Andy Wardhana Putra (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Dirut PT PSS Andy Wardhana Putra (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

PSS Sleman kembali diterpa isu tak sedap. Ada dugaan bahwa Elwizan Aminuddin, yang menjadi dokter tim PSS, merupakan dokter gadungan.

Awal mula kabar ini mencuat di media sosial setelah akun seorang kardiolog menuding Elwizan Aminuddin sebagai dokter gadungan, dengan salah satu indikasi tidak ada namanya di aplikasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).

Kabar ini kemudian langsung menyita perhatian. Apalagi pria yang akrab disapa Amin itu disebut-sebut pernah menjadi dokter beberapa tim klub lokal seperti Barito Putera, Bali United, PS Tira, Kalteng, bahkan Timnas Indonesia U-19.

Dirut PT PSS Andy Wardhana Putra mengatakan, Amin sendiri sudah tidak bersama tim sejak beberapa pekan lalu. Andy juga mengatakan per Rabu (1/12) kemarin, Amin telah mengajukan pengunduran diri secara verbal kepada manajemen.

"Sudah meninggalkan PSS hampir dua minggu. Waktu itu dia izin karena ibunya sedang kritis. Akhirnya kemarin siang dia mengajukan pengunduran diri verbal karena harus menjaga ibunya dan belum bisa kembali ke Sleman," kata Andy saat dihubungi wartawan, Kamis (2/12/2021).

Soal dugaan bahwa Amin merupakan dokter gadungan, Andy tak ingin berspekulasi. Ia memilih untuk meminta klarifikasi dari pihak terkait.

"Kami juga dengar gosip-gosip itu tapi kami kan juga tidak bisa sembarangan menuduh, jadi kami sedang meminta konfirmasi atau klarifikasi dari pihak-pihak terkait," ucapnya.

"Kami masih tunggu satu dua hari ini perkembangannya seperti apa tapi kami butuh klarifikasi itu," imbuhnya.

Soal dokter tim yang baru, Andy memastikan pihaknya telah merekrut dokter baru. Tapi dokter tim yang baru itu belum akan bisa mendampingi PSS Sleman saat melawan PSIS di Solo pada pekan ini.

"Sudah ada ganti. (Dokternya) orang Sleman. Mungkin yang Solo belum tapi dalam waktu dekat," katanya.

(krs/cas)