Bola Mati Masih Jadi Momok Indonesia!

Putra Rusdi K - Sepakbola
Minggu, 26 Des 2021 10:40 WIB
SINGAPORE, SINGAPORE - DECEMBER 25: Song Ui-Young #15 of Singapore shoots the ball to score his teams first goal against Indonesia during the first half of the second leg of their AFF Suzuki Cup semifinal at the National Stadium on December 25, 2021 in Singapore. (Photo by Yong Teck Lim/Getty Images)
Bola mati masih menjadi kelemahan Indonesia (Foto: Getty Images/Yong Teck Lim)
Singapura -

Bola mati masih menjadi titik lemah Indonesia di Piala AFF 2020. Tim Garuda kembali kecolongan gol dari set-piece saat menang atas Singapura di semifinal.

Indonesia berhasil melaju ke final Piala AFF 2020. Kepastian ini diraih usai Indonesia menang dramatis atas Singapura 4-2 pada leg kedua babak semifinal di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021) malam WIB. Secara agregat Indonesia unggul 5-3 setelah pada leg pertama laga imbang 1-1.

Pasukan Shin Tae-yong membuka gol di menit ke-11 lewat Ezra Walian. Singapura kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah Safuwan Baharudin mendapat kartu kuning kedua di menit akhir babak pertama. Namun sesaat kemudian, The Lions justru bisa menyamakan kedudukan dari Song Ui-young.

Pada babak kedua, Singapura kembali harus kehilangan pemain akibat Irfan Fandi mendapat kartu merah. Bermain dengan sembilan pemain, Singapura justru balik unggul dari gol Shahdan Sulaiman pada menit ke-74.

Indonesia bisa menyamakan kedudukan dari Pratama Arhan pada menit ke-87. Skuad Merah Putih sempat di ujung tanduk karena Singapura mendapat penalti di menit ke-90. Nadeo Argawinata muncul sebagai pahlawan dengan bisa menepis eksekusi Faris Ramli.

Di babak perpanjangan waktu, Indonesia bisa menambah dua gol dari bunuh diri Shawal Anuar dan gol Egy Maulana. Singapura harus menuntaskan laga dengan delapan pemain karena kiper Hassan Sunny juga harus diganjar kartu merah.

Kemenangan susah payah Indonesia atas Singapura ini menunjukkan kembali bahwa bola mati masih menjadi titik lemah Asnawi Mangkualam dkk. Dua gol Singapura ke gawang Nadeo di laga ini semuanya lahir dari set-piece.

Gol Song Ui-young bermula dari tendangan bebas di sisi kiri yang tak bisa dihalau dengan baik oleh para pemain Indonesia. Sementara, gol kedua Singapura lahir dari tendangan bebas melengkung indah Shahdan.

Dari tujuh gol yang total bersarang ke gawang Indonesia di Piala AFF 2020, empat di antaranya terjadi dari situasi bola mati. Indonesia sebelumnya kebobolan dua gol dari set-piece saat menang 4-2 atas Kamboja di laga pertama babak fase grup.

Shin Tae-yong mengakui bahwa antisipasi bola mati memang menjadi titik lemah timnya. Konsentrasi para pemain disorot pelatih asal Korea Selatan ini yang bikin Indonesia kerap kecolongan dari set-piece.

"Karena (Timnas Indonesia) tidak fokus untuk set piece jadi sampai bisa dikatakan pertandingan ini seperti neraka dan ke surga," kata Shin Tae-yong saat memberikan keterangan pers seusai laga.

"Bagian (antisipasi set-piece) itu harus diperbaiki khususnya para pemain masih muda, kontrol pertandingan sedikit berkurang. Jadi untuk ke depannya harus lebih menunjukkan lagi perkembangan," ucapnya.

(pur/krs)