Ini Sosok di Balik Penggunaan VAR 'Low Budget' di Liga 3 Jabar

Whisnu Pradana - Sepakbola
Kamis, 20 Jan 2022 17:00 WIB
Liga 3
VAR Liga 3, ini sosok di baliknya. (Foto: dok.Istimewa)
Bandung -

Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di laga Liga 3 Jawa Barat menjadi perbincangan. Ini sosok yang mempunyai ide itu. Siapa?

Ternyata di Indonesia, VAR juga sudah mulai diterapkan pada laga sepakbola. Seperti pada laga derby Kabupaten Bandung Barat di Liga 3 Seri 2 yang mempertemukan Persikabbar vs Bandung Barat United, di Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung.

Lantas siapa sosok di balik keputusan penggunaan VAR 'Low Budget' dalam Liga 3 Seri 2 tersebut? Ternyata sosok Doni Setiabudi lah penggagas digunakannya VAR yang kemudian viral di media sosial tersebut.

Pria yang akrab disapa Kang Jalu itu mengatakan keputusan penerapan VAR dalam laga tersebut diambil tatkala ia ditunjuk menjadi Person in Charge (PIC) Liga 3 Seri 2 oleh Asprov PSSI Jawa Barat.

"Saya bilang setuju jadi PIC, tapi saya minta ada penggunaan teknologi dalam hal ini VAR atau visual replay dalam bahasa kita. Alasannya saya sering melihat kejadian tak enak di Liga 3, ketika banyak wasit banyak dikejar kemudian dipukul ketika ada keputusan kontroversial," ujar Jalu saat dihubungi detikcom, Kamis (20/1/2022).

VAR 'Low Budget' di Liga 3 Seri 2 mulai diterapkan pada babak 16 besar yang memberlakukan sistem gugur yang diawali oleh pertandingan antara Persikabbar vs Bandung Barat United.

"Dari 16 besar sampai final kita pakai VAR karena biasanya lebih banyak kontroversinya. Jadi bisa membantu wasit mengambil keputusan yang tidak merugikan kedua tim," ucap Jalu.

Sebagai contoh, pada pertandingan Persikabbar vs Bandung Barat United, ada dua momen krusial yang riskan memicu amarah pemain, pelatih, hingga pendukung jika wasit salah mengambil keputusan.

"Di pertandingan kemarin itu ada dua momen, yaitu handball ternyata saat dilihat VAR tidak (handball), kemudian ada penyikutan ke pemain. Alhamdulillah hasil lumayan bagus, enggak ada protes berlebihan karena tim lebih menerima dan lebih percaya karena bisa dibuktikan langsung di tayangan ulangnya," kata Jalu.

Jalu yang juga merupakan CEO Bandung Premiere League (BPL) ini ternyata sudah menerapkan teknologi VAR dalam kompetisi yang dikelolanya. Sehingga ia sudah paham betul bagaimana teknis penerapan VAR dalam pertandingan, termasuk oleh perangkat pertandingannya.

"Kebetulan wasit di BPL itu jadi wasit di Liga 3 seri 2 juga, jadi mereka sudah paham penggunaannya seperti apa, ditambah ada tim IT dari kita yang membantu wasit menayangkan tayangan ulangnya. Mulai dari replay, zoom, melihat frame per frame, sampai slow motion, itu sangat membantu karena kita sudah sangat terbiasa," ujar Jalu.



Simak Video "Kekecewaan Prilly Latuconsina Terhadap Wasit di Liga 3 Sudah Terbayar "
[Gambas:Video 20detik]
(cas/aff)