Viral Laga Liga 3 Jabar Pakai VAR 'Low Budget'

Whisnu Pradana - Sepakbola
Rabu, 19 Jan 2022 16:00 WIB
Liga 3
Liga 3 regional Jawa Barat memakai VAR low budget. (Foto: dok.Istimewa)
Bandung -

Momen unik terjadi dalam pertandingan di Liga 3 Jawa Barat yang mempertemukan Persikabbar vs Bandung Barat United tatkala wasit mendapatkan bantuan untuk pengambilan keputusan melalui Video Assistant Referee (VAR).

Video penggunaan VAR dalam laga yang dihelat di Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung itu kemudian viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1.56 detik itu, menunjukkan wasit menepi untuk mengecek tayangan ulang saat momen pemain salah satu tim melakukan handball di kotak penalti.

Melalui layar televisi berukuran besar, yang posisinya agak berjarak dari tepi lapangan, wasit mengamati dengan jeli apakah ada pelanggaran handball. Sampai akhirnya diputuskan tak ada handball dan pertandingan kembali dilanjutkan.

Menanggapi viralnya penggunaan VAR 'Low Budget' dalam pertandingan tersebut, Ketua Asprov PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono mengatakan penggunaan VAR tersebut bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dan membantu wasit.

Soal VAR 'Low Budget' di Laga Liga 3 Jabar, Persikabbar Vs Bandung Barat

"Betul kita coba penggunaan VAR. Tapi kita jangan bicara VAR Eropa, karena kan tujuan utamanya ke wasit itu supaya tidak main-main. Kemudian kan wasit kadang salah melihat, ada keputusan menganulir nah sekarang dibantu," ungkap Tommy saat dihubungi detikSport, Rabu (19/1/2022).

Berkaca pada hasil pertandingan yang dilaksanakan dalam pengawasan VAR tersebut, Tommy mengaku semuanya berjalan cukup baik kendati belum bisa dievaluasi menyeluruh.

"Sejauh ini sudah cukup baik meskipun belum bisa dievaluasi karena baru selesai kan. Kita juga sudah sosialisasikan bahwa pertandingannya memakai ini (VAR), jadi saat wasit ragu bisa dilihat tayangan ulangnya dan ternyata berguna juga," tutur Tommy.

Selain itu penggunaan VAR 'Low Budget' juga untuk mengurangi potensi kekerasan yang dilakukan pemain pada wasit saat ada kesalahan pengambilan keputusan.

"Nah untuk pemain juga supaya jangan jadi pemarah, langsung wasit digebukin dan lain sebagainya. Jadi dengan peralatan seadanya, kita bisa menerapkan VAR meskipun kelasnya jauh. Tapi kan kita menuju ke arah sana," tutur Tommy.

Penggunaan VAR itu juga, kata Tommy, bisa mengeliminir kecurigaan publik terkait adanya match fixing pada pertandingan sepak bola di tanah air.

"Dari netizen juga memang banyak yang memuji. Dan kita tegaskan ini supaya meminimalisir terjadinya match fixing. Kalau mau match fixing ya mending enggak ada VAR, jadi bisa diatur," kata Tommy.

Seperangkat alat VAR yang digunakan dalam pertandingan tersebut yakni kamera, televisi berukuran besar, hingga earphone yang dipakai untuk komunikasi antara perangkat pertandingan dengan wasit.

"Tentu ini masih jauh dari standar Eropa, karena peralatannya juga seadanya. Tapi sebelum digunakan di Liga 1, dicoba dulu di Liga 3 dan ke depannya akan terus dikembangkan," pungkas Tommy.

(cas/mrp)