Persib Ingin Olahraga Indonesia Lebih Inklusif

Tim Detikcom - Sepakbola
Sabtu, 02 Apr 2022 05:00 WIB
Pesepak bola Persib Bandung Beckham Putra Nugraha (bawah) berselebrasi bersama rekannya Abdul Aziz (atas) usai mencetak gol ke gawang Barito Putera saat pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2022). Barito Putera bermain imbang melawan Persib Bandung dengan skor 1-1 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Persib Bandung tak mau olahraga jadi hal eksklusif di Tanah Air (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta -

Sepakbola memang jadi olahraga terpopuler di Indonesia. Tapi, bagi Persib Bandung, olahraga lain pun harus bisa "merakyat" layaknya sepakbola.

Olahraga merupakan bagian integral dari kehidupan. Dari berbagai riset yang ada, gerakan-gerakan dasar dalam olahraga seperti menangkap dan menendang bola, dinilai memiliki dampak positif bagi tubuh. Tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan motorik, tetapi juga bagi metabolisme, dan untuk kesehatan mental.

Olahraga bisa dilakukan dengan cara apapun, sesederhana hobi menendang kerikil di sepanjang jalan atau serumit permainan golf dengan berbagai peralatannya yang memakan cukup banyak biaya.

Namun, harus diakui bahwa masih banyak pihak yang belum bisa berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. Bukan soal kemampuan, tapi lebih kepada faktor-faktor lain seperti biaya yang mahal, fasilitas yang tidak mendukung, kurangnya pengetahuan, dan stereotip bahwa olahraga hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang dengan gender, status ekonomi dan kemampuan fisik tertentu.

Indonesia sendiri dianggap memiliki indeks inklusivitas olahraga yang masih rendah, bahkan jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya seperti Filipina, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Padahal olahraga, yang dibutuhkan oleh semua orang, seharusnya menjadi sarana yang paling inklusif.

Ada banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat olahraga bisa lebih inklusif. Namun, peran utama tetap ada di pemanku kebijakan, dalam hal ini klub profesional dan federasi.

Sebab Pemerintah sampai saat ini memang belum menjadikan olahraga sebagai prioritas utama. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak, mulai dari federasi secara keseluruhan, hingga klub-klub olahraga profesional yang giat melakukan pembinaan pada level akar rumput.

Maka dari itu, klub-klub olahraga dari berbagai cabang olahraga harus bisa ikut serta dalam menyebarkan semangat berolahraga kepada semua kalangan. Persib Bandung sebagai klub sepakbola top Indonesia ingin ikut serta di dalamnya.

Persib yakin dengan nama besar mereka, maka kampanye inklusivitas olahraga di Indonesia bisa tercapai.

Persib Bandung lakukan coaching clinicPersib Bandung lakukan coaching clinic Foto: dok.Persib Bandung

"Kami di Persib menyadari masih banyak lagi yang dapat dilakukan untuk membuat olahraga menjadi lebih inklusif. Namun, sepakbola hanyalah satu dari begitu banyak cara yang bisa digunakan untuk mengangkat isu tentang inklusivitas ini, dan di sini kami berperan sebagai fasilitator. Dengan sumber daya yang kami miliki sekarang, kami berkomitmen untuk menjadi pelopor untuk dapat membuat olahraga menjadi lebih inklusif," ujar Vice President of Partnership and Activation Persib, Gabriella Witdarmono, dalam rilis kepada detikSport.

"Di kami itu berarti memberikan kesempatan pengembangan keterampilan sepakbola, di pihak pemerintah mungkin membuat kebijakan dan fasilitas yang lebih ramah, di ranah pribadi ini mungkin berarti membuka ruang seluas-luasnya untuk berolahraga dengan semua orang," lanjutnya,

Kami percaya bahwa kita semua tidak menginginkan bakat dan potensi luar biasa yang ada di Indonesia ini menjadi terbuang sia-sia hanya karena tidak ada bola yang ditendang, kolam untuk berenang, atau raket untuk dipegang. Karena pada akhirnya, semua yang kita lakukan di dunia olahraga ini adalah untuk dapat mengangkat nama Indonesia di pentas dunia."

(mrp/pur)