Tim Review Awalnya Mau Kirim Tim Futsal ke SEA Games 2021, tapi...

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 12 Apr 2022 23:30 WIB
Timnas Futsal Indonesia lolos ke final Piala AFF Futsal 2022 usai mengalahkan Myanmar pada babak semifinal di Bangkok, Jumat 8 April 2022.
Timnas Futsal Indonesia masih mungkin jalan ke SEA Games 2021 (dok. AFF)
Jakarta -

Tim Review PPON Kemenpora sedari awal mau memberangkatkan Tim Futsal Putra ke SEA Games 2021. Namun, federasi justru ingin tim putri yang jalan.

Polemik sedang terjadi usai tim futsal putra Indonesia jadi runner-up Piala AFF Futsal akhir pekan kemarin. Tak diunggulkan sama sekali karena persiapan yang minim, tim asuhan itu Mohammad Hashemzadeh kalah dari Thailand lewat adu penalti.

Pencapaian apik membuat tim futsal putra diminta untuk tampil di SEA Games Hanoi tengah tahun ini. Padahal tim futsal putra dianggap tidak berpotensi memberikan medali emas dan tidak masuk pula dalam 31 cabor Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)

Alhasil, tim futsal putri yang diberangkatkan ke Vietnam berdasarkan hasil review tim PPON yang terdiri Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), akademisi, dan praktisi.

Terkait keputusan tidak memberangkatkan tim futsal putra, Tim Review PPON pun angkat bicara. Mereka mengklaim sedari awal sudah merekomendasikan agar tim putra saja yang diberangkatkan.

Tapi, Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersikukuh untuk memberangkatkan tim putri. Padahal, tim putra dianggap lebih berpotensi setelah melihat hasil Piala AFF kemarin.

"Jadi, hasil tim review adalah yang putra, tetapi sekjen FFI [Federasi Futsal Indonesia] memaksa minta putri. Makanya, kami sudah bantah. Kami tetap pada keputusan kami, yakni futsal putra yang bisa ke SEA Games," ujar Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, dalam rilis kepada detikSport.

Chandra juga menegaskan, bahwa proses review cabor yang akan berangkat dan dipertandingkan di SEA Games dilakukan dengan profesional, melibatkan berbagai pihak yang sangat berkompeten.

"Karena kami tak main-main, enggak ada order-order-an, kami pertanggungjawabkan ke masyarakat. Tim review juga terdiri dari akademisi, profesor, praktisi, pakar, KOI, KONI. Mereka juga tak mau kalau ikuti order cabor. Makanya, pak menteri bilang, itu kewenangan tim review. Kemenpora hanya mencatat, menghormati keputusan tim review," lanjut Chandra.

Meski demikian, masih ada harapan untuk tim futsal diberangkatkan oleh Kemenpora. Sebab, Tim Review yang diketuai Prof. Dr. Moch. Asmawi akan mempertimbangkan ulang karena futsal putra dianggap punya kans meraih medali di SEA Games.

Bakal ada rapat bersama seluruh anggota tim review untuk memberikan keputusan akhirnya.

"Kita masih nunggu teman-teman review. Kita akan segera melakukan pertemuan dengan KONI dan KOI terkait bagaiamana prosedurnya," papar Asmawi.

(mrp/bay)