Kompetisi Bisa Rampung, Ketum PSSI Berterimakasih ke Menpora

Tim Detikcom - Sepakbola
Jumat, 15 Apr 2022 23:30 WIB
Ketum PSSI Mochamad Iriawan (iwan Bule) bertemu Menpora Zainudin Amali. Pertemuan itu bahas nasib kompetisi sepakbola di Indonesia yang mati suri gegara Corona.
Ketum PSSI Mochamad Iriawan berterima kasih kepada Menpora Zainudin Amali (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan berterima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Sebab atas restunya, sepakbola bisa bergairah lagi di tengah pandemi COVID-19.

Sepakbola Indonesia memang sempat mati suri selama setahun karena pandemi. Alhasil, roda perekonomian yang membuat banyak klub dan pemain kesulitan keuangan.

Lalu, Pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan Polri akhirnya berani untuk menggulirkan turnamen pramusim Piala Menpora di kuartal awal 2021.

Turnamen itu akhirnya sukses dihelat dan jadi landasan dihelatnya lagi kompetisi sepakbola nasional, mulai dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 pada bulan Agustus. Memakai sistem bubble, seluruh liga akhirnya tuntas pada bulan Desember.

Meski masih banyak kekurangan, terutama soal penerapan protokol kesehatan, PSSI tetap puas dengan kompetisi yang bisa berjalan lagi. Dia pun berterima kasih kepada Menpora Zainudin Amali yang berani menginisiasi bergulirnya kompetisi.

Dengan demikian, tak cuma para pemain yang bisa mendapat jam terbang untuk persiapan Timnas Indonesia di ajang internasional, tapi juga perekonomian di sepakbola nasional bisa bergerak lagi.

"Terima kasih kepada Pak Menpora, beliau sangat konsen terhadap sepakbola, dari penyelenggaraan Turnamen Pra Musim Piala Menpora hingga selesainya Kompetisi Liga 1 dan 2, aplaus kepada Pak Menpora," ucap Iriawan dalam rilis kepada detikSport.

"Turnamen Pra Musim Piala Menpora adalah sebuah pertaruhan federasi, apakah sanggup menjalankan kompetisi, dan disitu Pak Menpora hadir memberikan dukungan penuh, hingga tuntas semua sampai Liga 1 dan 2," sambungnya.

Selain mengucapkan terima kasih kepada Menpora Amali, Iriawan tidak lupa mengapresiasi suporter karena atas ketaatan mengikuti aturan pemerintah dan federasi, agar kompetisi dapat terus berjalan. Suporter menjadi bagian penting perkembangan sepakbola Indonesia karena kontribusinya yang luar biasa di tengah pandemi.

"Sejak kepatuhan di Piala Menpora menjadi entry point berjalannya kompetisi. Bahkan saat pertandingan akhir di Bali, suporter Bali United yang dipersilakan hadir mengurungkan niatnya karena solider dengan suporter klub lain yang juga tidak hadir. Apresiasi kepada seluruh suporter, semoga pada kompetisi 2022/2023 ada perkembangan yang memungkinkan hadirnya penonton di stadion sehingga kompetisi makin menarik," demikian pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

(mrp/bay)