Jadwal Padat Komdis PSSI
Rabu, 31 Mei 2006 22:06 WIB
Jakarta - Dipastikan pada Kamis (1/6/2006) besok, sidang Komisi Disiplin PSSI padat akan kasus. Kasus apa saja yang akan dibahas komdis yang diketuai Togar Manahan Nero itu?Ada lima kasus pelanggaran disiplin dari pergelaran kompetisi Liga Indonesia yang dibahas pada sidang Komisi Disiplin pada Kamis siang. Salah satu diantaranya adalah kasus penganiayaan perangkat pertandingan dari laga antara tuan rumah Persipare Pare Pare Sulsel dengan Persma Menado Sulut dalam lanjutan Divisi I, Rabu (24/5/2006) lalu.Kasus Pare Pare sendiri merupakan salah satu dari tiga kasus terbaru yang dibahas pada persidangan Komdis pekan ini. Dua lainnya adalah kasus yang sudah dibahas pada persidangan Komdis sebelumnya namun belum sampai membuahkan keputusan. Dua kasus lama yang kemungkinan besar akan dituntaskan pada sidang Komdis hari ini adalah, dari derby antara PSB Bogor dengan Persikabo Bogor pada 10 Mei dan kasus dari duel PSIM Yogyakarta dengan Persikota pada 20 Mei lalu.Sementara dua kasus baru di luar kasus Pare Pare adalah kasus dari duel Mitra Kukar Samarinda dengan Persidafon Dafonsoro dan kasus dari laga Pelita Jaya Purwakarta dengan Perserang Serang."Untuk kelima kasus yang disidangkan besok itu kita sudah melayangkan surat panggilan bagi mereka yang memang harus dimintai keterangannya. Sampai sore ini saya belum dapat kabar kemungkinan adanya pihak yang berhalangan datang," ujar Sekretaris Komdis PSSI John Halmahera kepada wartawan di Senayan, Rabu (31/5/2006). Ada kemungkinan komdis belum dapat membuat keputusan dari kasus yang terjadi dari laga PSIM dengan Persikota, yakni adanya perilaku kurang sportif seorang ofisial PSIM terhadap pemain Persikota Firmansyah. Untuk itu, komdis akan memanggil ketua panpel PSIM. Namun, sehubungan dengan musibah gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya, ketua panpel PSIM itu kelihatannya sulit memenuhi panggilan Komdis.Tentang Kasus Pare PareDari lima kasus yang dibahas pada sidang komdis itu, kasus penganiayaan perangkat pertandingan yang terjadi pada duel Persipare Pare Pare dengan Persma Menado pada Rabu (24/5/2006) harus diakui paling memperoleh perhatian luas dari pemerhati sepakbola nasional, tak terkecuali mereka yang selama ini berkecimpung di sepakbola sendiri.Untuk kasus penganiayaan terhadap perangkat pertandingan dari laga Persipare Pare Pare dengan Persma Menado itu, menurut keterangan John, komdis telah melayangkan surat panggilan untuk Pengawas Pertandingan Said Bahmid (Palu), wasit M.Suaeb (Surabaya), asisten wasit I Rianton Mahmud (Ternate), wasit cadangan Kusni (Samarinda), ketua panpel Persipara, pelatih Persipare Ayub Khan, serta enam pemain Persipare yakni Arsyah, Isdar Nasrun, Idris Sulun, Risman, Bachtiar, Ahmad Kodari.Keenam pemain Persipare diatas terbukti melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap wasit Suaeb, setelah pengadil asal Surabaya itu tak mempedulikan protes mereka agar tidak mengesahkan gol Ruben Ceco menit ke-68 yang sebelumnya dinilai telah melakukan pelanggaran. Penganiayaan juga dilakukan terhadap Rianton Mahmud serta Kusni.Akibat adanya protes dari para pemain Persipare Pare Pare menyusul terjadinya gol balasan Ruben Ceco di menit ke-68 yang membuat kedudukan menjadi 1-1 itu, pertandingan terhenti sejak menit 70. Karena Persipare tetap menolak untuk melanjutkan pertandingan, Pengawas Pertandingan Said Bahmid menyerahkan persoalannya ke Badan Liga Indonesia (BLI). (key/)











































