Membandingkan Shin Tae-yong dengan Pelatih Timnas Indonesia Lainnya

ADVERTISEMENT

Membandingkan Shin Tae-yong dengan Pelatih Timnas Indonesia Lainnya

Tim Detikcom - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 23:00 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Tae Yong Shin (kanan) memprotes wasit saat pertandinganimnas Indonesia melawan Timnas Filipina dalam lanjutan Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Jumat (13/5/2022). Indonesa menang atas Filipina dengan skor 4-0. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/YU
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ANTARA FOTO/ZABUR_KARURU
Jakarta -

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, masih belum memenuhi ekspektasi publik sepakbola Tanah Air. Lantas, bagaimana jika dibandingkan dengan pelatih lainnya?

Shin Tae-yong gagal merealisasikan target medali emas untuk Timnas Indonesia U-23 di SEA Games Vietnam 2021. Garuda Muda hanya meraih medali perunggu di multievent dua tahunan tersebut.

Indonesia dikalahkan Thailand 0-1 di semifinal cabang olahraga sepak bola. Serta hanya mampu menang adu penalti lawan Malaysia 4-3 (1-1) saat perebutan perunggu.

Prestasi Timnas di multievent dua tahunan itu bahkan terbilang merosot. Pasalnya di edisi sebelumnya yaitu pada SEA Games Filipina 2019, Garuda Muda mampu mengamankan medali perak.

Padahal PSSI telah memberikan fasilitas mentereng untuk persiapan SEA Games dengan mengirim Timnas U-23 melakukan pemusatan latihan (TC) ke Korea Selatan pada 15-27 April lalu. Di mana TC itu menjadi sejarah, karena untuk pertama kalinya PSSI jor-joran melakukan persiapan SEA Games sesuai keinginan Shin Tae-yong.

Kegagalan Timnas di SEA Games itu juga menjadi yang kedua bagi Shin Tae-yong. Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu juga gagal membawa Indonesia juara Piala AFF 2020.

Indonesia hanya menjadi runner-up Piala AFF 2020 setelah dikalahkan Thailand. Kekalahan yang membuat TC Timnas yang digelar di Turki pada November-Desember 2021 pun seakan sia-sia.

Jika melihat prestasi Shin Tae-yong yang belum maksimal meski dengan dukungan yang besar dari PSSI, publik pun mulai membandingkan pelatih yang digaji Rp1,1 miliar per bulan itu dengan pelatih Timnas sebelumnya.

Terlebih lagi, TC yang dilaksanakan memakan biaya hingga puluhan miliar. Sementara, prestasi yang diraih masih jauh dari harapan.

Dari data yang ada, berikut perbandingan prestasi Shin Tae-yong dengan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya:

1. Ernest Alberth Mangindaan

- Juara Piala Kings Cup Thailand 1968
- Juara Piala Pestabola Merdeka di Malaysia 1969
- Perempat final Asian Games 1966 dan 1970

2. Bertje Matulapelwa

- Medali emas SEA Games 1987
- Juara Piala Kemerdekaan 1987
- Semifinal Asian Games 1986

3. Anatoli Polosin

- Medali emas SEA Games 1991 (medali emas terakhir sejauh ini bagi Timnas Indonesia di SEA Games)
- Runner-up Piala Kemerdekaan 1988
- Peringkat ketiga Piala Kemerdekaan 1990

4. Nandar Iskandar

- Juara Piala Kemerdekaan 2000

5. Luis Milla

- Peunggu Sea Games 2017
- 16 besar Asian Games 2018

6. Indra Sjafri

- Juara Piala AFF U-19 2013
- Juara Piala AFF U-22 2019
- Juara HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012 bersama Timnas Indonesia U-17
- Juara HKFA International Youth Invitational Tournament 2013 bersama Timnas U-19
- Medali perak SEA Games Filipina 2019

7. Shin Tae-yong

- Runner-up Piala AFF 2020
- Medali perunggu SEA Games Vietnam 2021



Simak Video "Akting Kocak Shin Tae-yong Bintangi Iklan Makanan Khas Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)

ADVERTISEMENT