ADVERTISEMENT

Shin Tae-yong Ungkap Keterbatasan Selama 2 Tahun Tangani Timnas

Muhammad Robbani - Sepakbola
Selasa, 28 Jun 2022 20:20 WIB
Jakarta -

Shin Tae-yong sudah dua tahun menjalani peran menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pelatih Korea Selatan itu mengungkap keterbatasan selama menangani Skuad Garuda.

Shin Tae-yong direkrut menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2020. Awalnya, pelatih 51 tahun itu diproyeksikan untuk menangani Timnas Indonesia U-19. Skuad Garuda Muda akan berlaga di Piala Dunia U-20 tahun depan, Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Di Timnas Senior, Simon McMenemy tak memuaskan. Dia akhirnya dipecat karena gagal total di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Shin Tae-yong diberi kepercayaan melatih Timnas senior, membuahkan hasil manis. Peringkat FIFA Indonesia juga naik dari posisi 170-an, bulan ini sudah ada di peringkat ke-155.

Bersama eks pemain Timnas Korea Selatan itu, Timnas Senior sudah membukukan sebanyak 21 pertandingan. Hasilnya, ada lima kekalahan, 11 kemenangan, dan lima hasil imbang yang diraih.

Shin Tae-yong mengungkap saran agar Timnas bisa lebih kuat saat berbincang dengan reporter detikSport, Muhammad Robbani. Liga yang kuat menjadi syarat utamanya. Selain itu, pembinaan usia dini yang terstruktur harus diupayakan. Saat ini, Shin Tae-yong masih harus membenahi teknik agar kemampuan pemain bisa meningkat.

"Jadi untuk memperkuat Timnas Indonesia memang tak bisa instan. Timnas itu memang seharusnya memanggil pemain terbaik dari liga. Kemudian langsung fokus ke pertandingan, bukan meningkatkan kemampuan pemain Timnas Indonesia. Jujur, di Timnas Indonesia saya tak punya banyak waktu untuk mengembangkan kemampuan individu pemain. Makanya harus dikuatkan sistem pembinaan usia dini. Dan liga juga harus kuat, performa liga harus naik. Baru sepakbola Indonesia bisa berkembang," kata Shin Tae-yong dalam wawancara dengan detikSport.

"Jadi harus ada usaha untuk pembinaan usia dini dari tim yang ada di liga. Jadi bagaimanapun caranya mengembangkan Timnas Indonesia, saya tidak bisa terus-menerus membawa pemainnya kemanapun. Karena akan selalu ada rotasi dari senior, U-23, dan U-20. Jadi kami seharusnya hanya fokus ke pertandingan, bukan mengembangkan kemampuan pemain. Itu yang menjadi keterbatasan, saya sangat berterima kasih kalau orang-orang di liga mau mengembangkan sepakbola Indonesia," kata dia menambahkan.

Apa lagi yang dibahas Shin Tae-yong? Simak daftarnya di halaman ini: Wawancara Shin Tae-yong: Dulu Lawan Indonesia, Kini Latih Skuad Garuda.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT