ADVERTISEMENT

PSM Dapat Dua Kartu Merah di Piala AFC, Pelatih Sindir Wasit Liga 1

Muhclis Abduh - Sepakbola
Rabu, 10 Agu 2022 12:15 WIB
Pesepak bola PSM Makassar Yakob Sayuri (kiri) dihadang pesepak bola Kedah Darul Aman Malaysia Khairu Azrin (kanan) saat pertandingan Semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (9/8/2022). PSM Makassar berhasil mengalahkan Kedah Darul Aman dengan skor 2-1 dan lolos ke final zona ASEAN Piala AFC 2022. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
PSM berhasil mengalahkan Kedah di Piala AFC 2022. Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Gianyar -

PSM Makassar mendapat dua kartu merah saat menekuk Kedah Darul Aman 2-1 di semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022. Permainan keras Juku Eja dinilai tak lepas dari kebiasaan yang diakibatkan 'longgarnya' wasit-wasit Liga 1 dalam menerapkan aturan.

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (9/8), PSM berhasil unggul lewat sepakan Yakob Sayuri di menit ke-31 dan sundulan Yuran Fernandes di menit ke-54. Namun setelah itu, PSM menempuh jalan terjal untuk mempertahankan keunggulan.

Delapan menit usai mencetak gol, Yuran yang sudah mengantongi satu kartu kuning di babak pertama harus diusir karena mendapat kartu kuning kedua. Ia menekel keras Ronald Ngah yang berusaha masuk ke kotak penalti dari sisi kiri.

Keunggulan jumlah pemain itu sempat dimanfaatkan Kedah untuk mencetak gol di menit ke-86 lewat sepakan Fayadh Zulkifli. Saat berupaya mati-matian menahan Kedah, PSM kembali kehilangan pemain, kali ini Agung Mannan.

Bek 24 tahun itu juga menerima kartu kuning kedua di injury time babak kedua karena mengangkat kakinya dan menabrak Afeeq Iqmal. Untungnya kondisi 9 vs 11 tak bertahan lama, karena laga selesai tak sampai dua menit kemudian.

PSM berhasil melaju ke final zona ASEAN, atau setara dengan fase 16 besar turnamen. Namun Yuran dan Agung dipastikan absen dalam laga yang akan digelar dua pekan dari sekarang. Hal ini tentu bisa menjadi kerugian.

Terkait hal itu, pelatih PSM Bernardo Tavares menyebut anak-anak asuhnya kesulitan menyesuaikan diri dengan wasit di Piala AFC. Banyak pelanggaran yang dianggap tidak berbuah kartu (di Liga 1), tetapi wasit memberikan kartu di ajang ini.

"Terkait kontrol emosi, coba lihat apa yang wasit-wasit di Liga 1 lakukan dan kita memiliki standar yang berbeda di liga kita dan ini tercermin dari apa yang mereka (para pemain PSM) lakukan pada saat berkompetisi di AFC," ujar Tavares usai laga, dikutip detikSulsel.

"Wasit-wasit AFC memiliki standar yang lain dan inilah yang Liga 1 lakukan kepada pemain-pemain, kita memiliki aturan yang berbeda di Indonesia. Namun, saya akan bicarakan lagi ke pemain," jelas pelatih asal Portugal tersebut.

(adp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT