ADVERTISEMENT

Bima Sakti Tak Akan Marah Kalau Dihujat, tapi...

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 19 Agu 2022 05:30 WIB
Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti di Lapangan UNY, Selasa (2/8/2022).
Bima Sakti saat melatih Timnas Indonesia U-16. (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng)
Jakarta -

Bima Sakti sempat banyak dapat hujatan sebelum berhasil membawa Timnas Indonesia U-16 juara Piala AFF U-16. Dia tak pernah marah, asal jangan dicap sebagai pelatih yang memanfaatkan pemain.

Timnas Indonesia besutan Bima Sakti keluar sebagai juara setelah mengalahkan Vietnam di final. Gol semata wayang kemenangan dicetak oleh Kafiatur Rizky.

Hasil manis ini bak sebuah jawaban bahwa Bima Sakti bisa meraih prestasi sebagai pelatih. Pekerjaannya sebagai juru taktik sempat menjadi sorotan saat gagal membawa Timnas Indonesia senior bersaing di fase grup pada Piala AFF 2018.

Publik tampaknya banyak meletakkan harapannya kepada Bima selepas kepergian pelatih Luis Milla. Pria kelahiran Balikpapan itu sempat bekerja nyaris selama dua tahun sebagai asisten pelatih Milla.

Bima dianggap seperti tidak mampu mengadaptasi permainan ala Luis Milla. Legenda sepakbola Indonesia itu bahkan diledek seperti lebih cocok menjadi guru Penjaskes (pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan)

"Saya malah terima kasih ke semua pencinta sepakbola Indonesia, termasuk netizen. Saya juga sudah bilang ke teman-teman wartawan kalau saya tidak baper mau dibilang seperti apa, karena saya masih bisa banyak belajar," kata Bima Sakti dalam podcast di akun Youtube Sport77.

"Asal saya jangan dibilang pelatih yang ambil duit pemain, pelatih yang tidak jujur. Kalau dibilang pelatih penjaskes, saya terima saja. Itu malah menjadi doa buat saya," sambungnya.

Bima Sakti benar-benar bersyukur atas cap yang diberikan publik sepakbola. Gegara itu semua, dia mendapatkan kartu anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), yang artinya Bima bisa mengajar di sekolah mana saja secara resmi.

"Gara-gara dibilang pelatih penjaskes, saya sampai dikasih penghargaan sama guru di Pekanbaru, kartu tanda anggota PGRI. Jadi, saya memang seorang guru. Ini resmi, ada nomornya," beber Bima Sakti sambil dengan bangga memamerkan kartu anggota PGRI.

"Ini di sekolah mana saja saya bisa mengajar. Tapi, ngajar di bidang olahraga, ya," Bima menegaskan.



Simak Video "Momen Jokowi Bertemu Timnas U-16 Sebelum Upacara HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT