ADVERTISEMENT

Pelatih Persija Komentari Positif Kedatangan Luis Milla ke Persib

Muhammad Robbani - Sepakbola
Sabtu, 20 Agu 2022 07:35 WIB
Luis Milla Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk pria berkebangsaan Spanyol Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia, Jakarta, Jumat (20/01/2017). Luis Milla resmi dikontrak dengan durasi 2 tahun. Grandyos Zafna/detikcom
Luis Milla kembali ke Indonesia sebagai pelatih Persib Bandung. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengomentari kedatangan Luis Milla ke Persib Bandung. Pelatih dari Eropa disebutnya bagus buat sepakbola Indonesia.

Luis Milla adalah nama besar karena prestasinya baik sebagai pemain maupun pelatih. Ia pernah mengantar Spanyol U-21 yang diperkuat David de Gea Cs menjadi jawara EURO 2011.

Sementara di masa bermainnya, Luis Milla terbilang cukup sukses. Bahkan ia adalah salah satu dari sederet pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Real Madrid.

Thomas Doll juga adalah profil besar di sepakbola Indonesia. Meski tak sesukses Luis Milla, Thomas Doll setidaknya pernah menangani Borussia Dortmund.

Kata Thomas Doll, kehadiran pelatih hebat asal Eropa bisa membantu perkembangan sepakbola Indonesia. Pelatih asal Jerman sudah lebih dulu berkiprah di Tanah Air dan berjuang memperkenalkan hal-hal mendasar sepakbola di Persija.

"Sebenarnya itu keputusan masing-masing klub sendiri, misalkan mau memanggil pelatih dari mana pun, misalnya dari Spanyol. Seperti kita ketahui Spanyol punya filosofi sepakbola yang bagus," kata Thomas Doll menjawab pertanyaan wartawan terkait kedatangan Luis Milla, saat memberikan keterangan pers, Jumat (19/8/2022).

"Yang penting mereka (klub Indonesia) bisa memahami apa yang pelatih mereka inginkan secara baik dan benar. Contohnya kami, dari Persija sendiri, kami belajar bagaimana cara bertahan yang baik, saat ini kami sedang melatihnya," ujarnya menambahkan.

Dari pengalamannya sejauh ini, Thomas Doll mengakui bukan hal mudah dalam melatih klub Indonesia. Salah satunya adalah masalah stamina para pemain Indonesia yang belum bisa berlangsung selama 90 menit.

Masalah itu disebutnya sebagai salah satu kendala dalam menjalankan skema yang diinginkannya. Taktiknya hanya efektif hingga menit 60-an, bahkan di beberapa laga hanya bertahan satu babak lantaran pemain kelelahan.

Keluhan ini juga pernah disampaikan Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas Indonesia. Apa yang dirasakan Thomas Doll memang sudah menjadi masalah klasik pemain sepakbola nasional.

"Ambil contoh ke pertandingan sebelumnya (Persikabo 1973 Vs Persija), tim kami sudah bermain bagus tapi masih mudah kehilangan bola. Kami bermain bagus sampai 60 menit, tapi setelah itu menurun, makanya saya harus mencari cara bagaimana mengakhiri permainan lebih cepat," tutur Thomas Doll.

Sejauh ini Persija baru mengumpulkan 5 poin hasil dari sekali menang, dua kali imbang, dan sekali kalah. Hasil imbang terakhir melawan Persikabo disebut Thomas Doll tak terlepas dari hilangnya konsentrasi pemain sehingga keunggulan 1-0 atas Persikabo tak bisa dipertahankan dan akhirnya bermain imbang 1-1.

"Ketika kami mengontrol permainan tim lawan sudah mencari celah untuk membalikkan keadaan dan semua lawan Persija sudah paham bahwa kami hanya bagus main di 45 menit awal. Karena itu saya menekankan ke pemain kita harus antisipasi hal itu. Semoga besok tidak terjadi dan kami akan menampilkan permainan yang baru," ucapnya.



Simak Video "Persib Menang, Bobotoh Konvoi Lagi di Jalanan Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT