Penukaran Tiket Persib vs RANS Nusantara Ricuh, Manajemen Minta Maaf

ADVERTISEMENT

Penukaran Tiket Persib vs RANS Nusantara Ricuh, Manajemen Minta Maaf

Tim Detikcom - Sepakbola
Selasa, 06 Sep 2022 00:05 WIB
Pesepak Bola Persib Bandung David Da Silva (kiri), Ciro Alves (tengah) dan Marc Klok (kanan) melakukan seleberasi usai mencetak gol ke gawang Rans Nusantara FC pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (4/9/2022). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Persib Bandung dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.
Kericuhan terjadi saat penukaran tiket Persib vs RANS FC (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Kericuhan terjadi saat penukaran tiket laga Persib Bandung vs RANS Nusantara FC. Atas kejadian itu, manajemen Maung Bandung meminta maaf.

Lokasi penukaran tiket tersebut di Lapangan Progresif, Gedebage, Kota Bandung, Minggu (4/9/2022). Panpel pertandingan mengharuskan penonton menukar e-tiket dengan tiket fisik di lokasi tersebut.

Namun dari video yang beredar, penonton yang hendak menukarkan tiket merasa kecewa karena tidak bisa mengambil gelang yang akan dijadikan tiket masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Penonton yang kecewa terekam berbuat rusuh dengan menaiki meja dan tindakan lainnya di lokasi.

Tangkapan layar kerusuhan di lokasi penukaran tiket Persib.Tangkapan layar kerusuhan di lokasi penukaran tiket Persib. Foto: Istimewa

Untungnya kejadian ini tak mempengaruhi hasil pertandingan karena Persib berhasil mengalahkan RANS dengan skor 2-1. Ini tentu berdampak positif bagi mental para pemain yang berupaya bangkit usai hasil mengecewakan.

Meski demikian, kejadian itu sudah mencoreng citra manajemen. Oleh karenanya Persib pun meminta maaf karena penukaran tiket berujung kericuhan.

Teddy Tjahjono selaku Direktur PT Persib Bandung Bermartabat mengakui pihaknya terpaksa menutup penukaran tiket karena kondisinya tidak lagi kondusif.

Dia berjanji ke depannya persoalan serupa tidak akan terjadi dan akan menertibkan oknum-oknum suporter yang coba mengganggu kenyamanan.

"Sebelumnya kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh bobotoh, karena lokasi penukaran e-ticket yang berlokasi di progresif gedebage, terpaksa kami tutup lebih awal. Hal tersebut dikarenakan kondisi lokasi penukaran e-ticket di progresif tersebut saat ini kondisinya sudah tidak kondusif," ujar Teddy dalam rilis kepada detikSport.

"Kami sangat kecewa, karena banyak sekali oknum dari kelompok supporter yang memaksa untuk mendapatkan tiket gelang penanda tanpa adanya transaksi pembelian tiket sebelumnya," Teddy menambahkan.

"Untuk menghindari kondisi yang semakin tidak kondusif tersebut, sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf, karena dengan terpaksa lokasi penukaran e-ticket di progresif tersebut kami tutup lebih awal."

"Semoga pada pertandingan di stadion GBLA selanjutnya, seluruh bobotoh dapat memahami dan menghormati seluruh regulasi dan aturan terkait mekanisme pembelian tiket yang telah kami tentukan, agar terciptanya iklim menonton pertandingan yang nyaman dan juga aman," kata Teddy.

(mrp/adp)

ADVERTISEMENT