ADVERTISEMENT

Tentang Badak Jawa di Balik Bacuya Maskot Piala Dunia U-20 2023

Aris Rivaldo - Sepakbola
Selasa, 20 Sep 2022 17:43 WIB
Maskot Piala Dunia U-20 2023 Bacuya (kanan) saat parade perkenalan maskot Piala Dunia U-20 2023 pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (18/9/2022). PSSI bersama FIFA memperkenalkan maskot Piala Dunia U-20 2023 Bacuya dengan karakter badak Jawa yang mengenakan jersey Timnas Indonesia berwarna merah putih. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Bacuya yang merupakan perwujudan dari Badak Jawa. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Bacuya baru saja diperkenalkan sebagai maskot Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Sosoknya adalah perwujudan dari Badak Jawa.

Diketahui, populasi Badak Jawa atau Badak bercula satu tersebut berada di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pandeglang, Banten. Badak Jawa di TNUK mencapai sekitar 77 ekor.

"Perkiraan kita saat ini 77 ekor, kan ada yang mati. Dari data 88 (ekor), yang masih hidup 77 ekor," kata Kepala Balai TNUK Anggodo saat dikonfirmasi detikSport, Selasa (20/9/22).

Anggodo merasa senang Badak Jawa dijadikan sebagai inspirasi di balik Bacuya maskot Piala Dunia U-20 2023. Menurutnya, Indonesia memiliki satwa dan fauna yang memang layak dijadikan ikon kebanggaan.

"Senang. Bangga, Badak cula satu Badak Jawa dijadikan maskot perhelatan besar untuk Piala Dunia U-20 yang dilaksanakan di Indonesia. Yah kita bangga, semuanya bangga," katanya.

Meski begitu Anggodo belum mengetahui persis alasan dari pemilihan Badak Jawa sebagai maskot pada ajang piala dunia tersebut.

"Pilihannya banyak. Ada komodo, ini pilih badak. Pertimbangan apa dari PSSI, dari Kemenpora, memilih badak saya nggak tau," katanya.

Sosok Bacuya sebagai maskot resmi Piala Dunia U-20 2023 diperkenalkan dalam acara Car Free Day di Jakarta, Minggu (18/9/2022).

"Pagi ini kita meluncurkan maskot sebagaimana teman-teman sudah diketahui kalau pada 17 Agustus sudah ada logo, dan hari ini maskot," kata Menpora Zainudin Amali.

Bacuya sendiri merupakan akronim dari Badak Cula Cahaya. Sosoknya punya tanduk warna-warni, yang diartikan sebagai figur pembela yang memperjuangkan anak muda untuk bersenang-senang dan berekspresi. Dia adalah penjaga talenta muda dan mercusuar untuk masa muda.

"Bacuya adalah milik semua orang, bukan hanya Indonesia. Menjadi tuan rumah FIFA U-20 World Cup akan berdampak besar bagi pertumbuhan sepakbola di Indonesia dan Asia Tenggara, dan Bacuya akan menginspirasi generasi baru penggemar sepakbola," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Direktur Turnamen FIFA Jaime Yarza berharap maskot resmi Piala Dunia U-20 2023 akan menarik penonton yang lebih muda dalam turnamen yang menjadi fondasi kokoh dalam pengembangan bintang muda sepakbola di seluruh dunia.

"Bacuya akan berperan penting dalam mengajak anak-anak dan keluarga untuk datang ke stadion dan melihat para pesepakbola muda terbaik dunia berkompetisi menuju kejayaan tahun depan," Jaime Yarza.

(krs/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT