PSSI Berharap FIFA Tak Jatuhkan Sanksi

ADVERTISEMENT

PSSI Berharap FIFA Tak Jatuhkan Sanksi

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 02 Okt 2022 17:51 WIB
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
PSSI Berharap FIFA Tak Jatuhkan Sanksi (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta -

PSSI berharap FIFA tak menjatuhkan sanksi buat Indonesia. Sebab Tragedi Kanjuruhan bukan kerusuhan antar-suporter, tetapi penumpukan massa di stadion.

Sebanyak 174 orang dilaporkan meninggal dunia seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022 antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya. Laga di Stadion Kanjuruhan, Malang, dimenangi Persebaya dengan skor 3-2.

Penyebab jatuhnya korban jiwa diduga karena massa panik seusai pihak keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribune. Mereka tertahan di pintu keluar stadion karena berjubel dan berebut ke luar stadion.

Sebelumnya, beberapa suporter Arema terjun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaannya setelah Arema dikalahkan Persebaya yang notabene merupakan klub rival. Aksi itulah yang memantik aparat menembakkan gas air mata.

Dengan alasan itu, PSSI berharap Indonesia tak terkena dampaknya dengan mendapat sanksi dari FIFA. Sebab saat ini sepakbola Indonesia sedang menunjukkan perkembangan positif jika mengacu ke Timnas Indonesia.

"Tadi malam dan pagi Wakil Sekjen (Maaike Ira Puspita) sudah berkomunikasi dengan FIFA, bahkan tadi pagi sudah memberikan laporannya karena FIFA meminta untuk diberikan laporannya, karena ini kejadian yang sangat luar biasa," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi, saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu (2/10).

"Saya dan Wasekjen membangun komnikasi dengan FIFA dan tentu kami sangat berharap ini tidak menjadi rujukan dan landasan dari FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan untuk Indonesia dan PSSI khususnya," ujarnya menambahkan.

Memang ada kekhawatiran Indonesia bakal dijatuhi hukuman dari induk sepakbola dunia tersebut. Jika terjadi, maka Indonesia akan sangat dirugikan imbas dari Tragedi Kanjuruhan.

Timnas Indonesia misalnya yang akhirnya lolos ke Piala Asia 2023 dan menang atas lawan kuat yakni Curacao. Kemudian Timnas Indonesia U-20 lolos ke Piala Asia U-20 2023.

Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Jika sanksi FIFA dijatuhkan, ada kemungkinan Timnas Indonesia, Timnas U-20, dan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan terkena dampaknya.

"Kami tetap melakukan komunikasi dan akan menyampaikan laporan (ke FIFA) bahwa seperti yang kawan-kawan ketahui, ini bukan sebuah perkelahian antar suporter. Ini bukan sebuah kerusuhan yang saling memukul yang saling bertikai," ucap Yunus Nusi.

"Ini kejadian dan korban lebih kepada tertumpuknya dalam sebuah pintu yang di pintu tersebut terjadi kerumunan bahkan puluhan ribu yang tentu kita tahu dengan desak-desakan akhirnya ada yang terinjak, ada yang jatuh. Itulah yang terjadi di tragedi Kanjuruhan tersebut," tutur mantan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur itu.

"Sekali lagi, bahwa Tragedi Kanjuruhan bukan perkelahian antar-suporter, bukan rivalitas antar masyarakat antar suporter atau antar penonton. Ini kejadian yang berdesakan-desakan keluar dari pintu yang di dalamnya puluhan ribu penonton yang berkeinginan untuk keluar sehingga terjadi tragedi tersebut," tutupnya.

(aff/cas)

ADVERTISEMENT