Javier Roca: Aparat Kebablasan di Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Javier Roca: Aparat Kebablasan di Tragedi Kanjuruhan

Randy Prasatya - Sepakbola
Selasa, 04 Okt 2022 04:30 WIB
Pelatih Arema FC Javier Roca berlutut di tengah lapangan.
Javier Roca berlutut setelah insiden Kanjuruhan. (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta -

Pelatih Arema FC, Javier Roca, memberi kritik kepada pihak aparat. Dia menyebut ada tindakan yang kebablasan.

Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/10/2022) malam WIB, menjadi pukulan untuk Indonesia. 125 orang kehilangan nyawa, 304 mengalami luka ringan, dan 21 luka berat dalam laga yang dimenangkan Bajul Ijo 3-2.

Pada akhirnya, mereka yang tak terluka secara fisik juga harus diperhatikan. Potensi adanya trauma tidak bisa dikesampingkan, sebab mereka tahu persis bagaimana suasana mencekam di Stadion Kanjuruhan.

Mereka terkurung di dalam stadium. Berebut menuju pintu keluar yang terbatas demi menghindari amukan aparat dan gas air mata. Suara-suara histeris dan mata yang melihat mayat tergeletak tentu akan sulit dilupakan dalam waktu singkat.

Pelatih Arema FC, Javier Roca, telah memberikan kritik kepada pihak aparat. Dia menyebut para aparat yang bertugas di lapangan telah kebablasan.

"Terlihat stadion tidak siap. Mereka tidak mengharapkan kekacauan sebesar itu. Itu bak longsoran salju. Tidak ada yang seperti ini pernah terjadi di stadion, dan itu runtuh oleh jumlah orang yang ingin melarikan diri," katanya Javier Roca kepada media Spanyol Cadena Ser.

"Saya kira polisi juga melampaui batas, padahal saya tidak di lapangan dan tidak merasakan hasilnya. Melihat gambar-gambar itu, mungkin mereka bisa menggunakan teknik lain," jelasnya.

"Ini juga stadion yang harusnya sudah pensiun. Kami juga berada di kota yang relatif kecil, tidak ada cukup kapasitas untuk tiba," terangnya.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/ran)

ADVERTISEMENT